Gurita Bisnis Kedai 27

Gurita Bisnis Kedai 27

Dimas Pratama

Cukup masuk akal keputusan Kapal Api untuk menjadi sponsor utama Persebaya, tim kebanggan Kota Pahlawan yang kini dikelola Jawa Pos. Persebaya lahir pada 1927, dan group perusahaan produsen Kapal Api punya franchise Kedai 27. Konon, perusahaan asli Surabaya ini bermula dari industri rumahan di tahun 1927.

Ah… sudahlah. Nanti gak ada habisnya mengutak atik angka. Bisa-bisa banyak yang harus diramesi. Lha malah dikira saya suka klenik atau doyan main nalo, hehe…

Intinya begini, saya ingin berbagi cerita sedikit soal bisnis kopi di Surabaya. Katanya sih, bisnis kopi sekarang dianggap lebih menjanjikan.  Untungnya bisa dinikmati cepat.

Nah, Minggu (10/7/2017) siang, usai bertugas lapangan membantu survey Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall di Jalan Krampung, Surabaya, saya menyempatkan mampir ke Kedai 27. Lokasinya di lantai dasar, bersebelahan dengan Giant Supermarket.

Cukup banyak pembeli yang datang. Anak-anak muda dan kalangan dewasa hampir seimbang. Mereka memenuhi kursi yang disiapkan di dalam kedai dan selasar.

Saya kemudian lihat deretan menu yang dipasang dengan warna tulisan mencolok.  Harga menu kopi di Kedai 27 terbilang ekonomis untuk kedai kopi kelas mal. Pesan secangkir kopi hitam cukup merogoh kocek Rp 8 ribu. Untuk kopi krimer yang kemudian saya nikmati cukup membayar Rp 12 ribu. Kopi single origin dari Toraja juga dijual Rp 12 ribu. Masih ada beberapa menu kopi lain, dan semuanya berbasis espresso.

Bagaimana bisa semurah itu? Ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, menu kopi di sini berbahan baku kopi bubuk racikan spesial Kedai 27 yang sudah dikemas untuk sekali penyajian supaya kesegarannya terjaga. Makanya, tidak ada lagi aktivitas menggiling biji kopi. Proses persiapan pun lebih cepat dan bebas energi listrik.

Kedua, ada pada mesin pembuat kopinya. Semua outlet Kedai 27 telah dilengkapi alat penyeduhan kopi manual berbasis tekanan untuk menghasilkan espresso. Mesin ini dirancang khusus oleh korporasi untuk menyeduh bubuk kopi yang ukurannya super halus dan sekali lagi, bebas energi listrik. Mereka menyebutnya Push Maker Machine.

Murahnya harga kopi tersebut merupakan strategi Kedai 27 yang ingin menyasar pasar menengah bawah. Karena di level atas, group Kapal Api telah berjaya dengan jaringa Excelso. Artinya, hal ini untuk memberikan alternatif bagi banyak orang yang ingin menikmati suasana kafe tapi khawatir harga mahal.

Strategi itu agaknya lumayan jitu. Sebab, mayoritas pembeli di Kedai 27 adalah anak muda, dan yang terakhir banyak sopir taksi online dan ojek online yang bercengkerama di sana.

Dengan konsep tersebut, Kedai 27 kini mulai menjamur. Di Surabaya terhitung hingga Juni 2017, sedikitnya sudah sepuluh outlet, tiga di antaranya franchise. Di Jawa Timur, outlet Kedai 27 ada di beberapa daerah, di antaranya Banyuwangi, Tulungagung, Jember, Gresik, dan Mojokerto. Ini belum terhitung outlet di Kalimantan, Bali, Sumatera, Sulawesi, Jabodetabek, NTT, dan NTB.

Rita Wiguna, leader management Kedai 27 Kaza City Mall, ketika saya temui mengaku omzetnya terus naik. Rata-rata, omzet Kedai 27 Kaza City mencapai Rp 4 jutan sehari. Juni 2017, laba bersihnya Rp 35 juta. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang meraup laba bersih Rp 21-22 juta per hari.

Pendapatan tersebut tergolong besar. Mengingat Kaza City milik PT PP Properti tergolong mal yang pengunjungnya kurang bergairah. Matahari Department Store yang opening tiga tahun lalu, kabarnya hingga 2017 belum BEP. Bahkan, pendapatan Matahari Kaza City Mall kalah dengan Matahari di Bangkalan, Madura. Giant Supermarket dikabarkan juga begitu, meski merangsang banyak diskon.

Dalam bisnis franchise atau waralaba, hingga pertengahan 2017, Kedai 27 membandrol Rp 85 juta. Jumlah itu sebagai kompensasi produk dan mesin kopi. Bukan termasuk dekor dan peralatan lainnya. Harga franchise yang ditawarkan tersebut rupanya merangsang mereka yang ingin membangun usaha.

Terbukti, selain franchise Kedai 17 dibeli peseorangan, PT PP Properti selaku pemilik  Kaza City Mall juga ‘kepincut’ melakukan hal serupa. Jika Kapal Api menempatkan outlet Kedai 27 di lantai dasar, PP Properti akan membuka outlet yang sama di lantai tiga. (*)

*) Peneliti Enciety Business Consult

 

Marketing Analysis 2018