Gule Maryam Ampel Rasanya Ajib

Gule Maryam Ampel Rasanya Ajib

foto: agus wahyudi/enciety.co

Bercengkerama di gule maryam Ampel. Tepatnya di Jalan KH Mas Mansur. Warung ini buka tepat pukul 12 malam. Tidak ada alasan pasti soal jadwal buka itu. Hanya, warung ini harus loading satu jam sebelum melayani pembeli.

Bisnis kuliner ini dirintis sejak 1946. Awalnya, Hj Syawati membantu jualan gule maryam milik orang Arab yang karib disapa H Ali Babher di Jalan Panggung. Setelah Ali Babher wafat, Syawati melanjutkan usaha ini dengan bekal ketrampilan meracik resep membuat gule maryam yang lezet dan ajib.

Syawati lantas membuka warung gule maryam di Jalan Mas Mansur, 1978. Hingga sekarang sudah generasi keempat yang melanjutkan bisnis kuliner ini. Pemiliknya sekarang, Hj Maryamah.

Menu-menu andalan selain gule maryam ada sate kambing yang direbus bareng gule plus minyak samin. Rasanya sungguh nikmat. Yang spesial lagi ada balungan kambing yang stoknya terbatas. Satu jam sudah ludes dipesan pembeli.

Tiap hari, Maryamah memasak sedikitnya dua ekor kambing untuk melayani pembelinya. Tidak pernah tersisa. Begitu pun dengan roti maryam yang gurih dan kenyal. Kadang, kalau perut keroncongan bisa pesan roti maryam dobel. Tak sedikit pula yang pesan untuk dibawa pulang.

Penyajiannya, gule dan sate dalam satu piring. Kemudian roti maryam yang masih panas disajikan dalam piring kecil plastik. Sebelum dimakan, roti maryam dirobek-robek dulu, lalu dicelupkan ke dalam gule. Aduk dengan sendok dan garpu. Lantas, cicipi sedikit demi sedikit potongan maryam yang sudah tercampur gule tersebut. Kemudian rasakan sate dan balungannya. Hemmmm…..

Di warung itu juga ada jajanan khas Kampung Arab: mageli, oles-oles, dan sambosa. Sangat cocok dinikmati dengan teh dan kopi jahe.

Maryamah selalu mengelak ditanya soal omzet per harinya. Baginya, apa yang didapat ini jauh lebih dari cukup. Apa yang dimikinya sekarang selalu ia syukuri.

“Omzetnya dari Gusti Allah,” ucapnya, merendah.(wh)

Gule Maryam Ampel Rasanya Ajib