Giliran China Tawarkan Bantuan buat KBS

Giliran China Tawarkan Bantuan buat KBS

Sorotan negatif akibat kematian satwa yang tak kunjung terungkap dan dugaan penyelewengan pertukaran satwa, ternyata tak mengurangi pesona Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kebun binatang yang berdiri sejak tahun 1916 itu terus kebanjiran tawaran bantuan.

Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat Robert Blake menawarkan bantuan pendampingan pengelolaan. Dalam lawatan singkatnya di Surabaya, Blake menyatakan kesediaannya fasilitasi KBS dengan kebun binatang di Washington, San Diego, dan New York.

“Kami paham KBS tengah menjadi isu sentral belakangan ini. Kami sudah memahami upaya-upaya yang dilakukan pemkot, yang itu sangat bagus,” tutur Blake. Didampingi Konsulat Jenderal AS untuk Surabaya, Joaquin F. Monserrate, ia berjanji menindaklanjutinya sesegera mungkin agar KBS bisa mendapat mitra dari Amerika Serikat.

Tak ketinggalan tawaran dari Inggris. Awal Februari yang lalu, Duta Besar Inggris, Mark Canning, pun menyampaikan tawarannya. Selain membahas tentang investasi dan proyek Angkutan Massal Cepat alias MRT kota Surabaya, Canning menyatakan siap mendampingi Pemkot Surabaya dalam mengelola KBS.

Sister city Kota Surabaya asal Republik Rakyat China, Xiamen, pun turut menaruh perhatiannya untuk KBS. “Pihak pemkot Xiamen menyampaikan melalui suratnya. Kami mendapat informasi dari Konsulat Jenderal Cina di Surabaya Mr. Wang Huagen, bahwa Mr. Wang mendengar izin pengelolaan KBS bakal diserahkan ke pemkot Surabaya. Untuk itu, Mr. Wang berharap pemkot Xiamen dapat membantu KBS sebagai mitra sister city kota Surabaya,” kata Kepala Bagian Kerjasama Pemkot Surabaya Ifron Hady Susanto.

Rencananya, pemkot Xiamen akan meminta Xiamen Haicang Safari Park untuk memberikan bantuan mengelola KBS. Xiamen Haicang Safari Park merupakan kebun binatang paling terkenal di Xiamen.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik semua tawaran tersebut. Risma bakal terus menagih izin konservasi dari Kementerian Kehutanan agar segera turun. Sebab, tanpa izin konservasi, pihaknya tak berani melakukan kerjasama apa pun yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. “Saya berencana menemui kembali Presiden soal itu,” tukasnya.(wh)