Generasi Digital Native Bangun Generasi Win-Win

Generasi Digital Native Bangun Generasi Win-Win

Unung Istopo Hartanto, peneliti Enciety Business Consult. foto:arya wiraraja/enciety.co

Kompetensi baru dalam dunia marketing hadir makin dahsyat. Ya, kompetensi yang meletakkan sharing dan connected sebagai kekuatan. Hadirnya kompetensi ini cukup kuat digerakkan generasi digital native (atau sering disebut generasi millenial atau generasi Y).

Apa konsekuensinya bagi dunia usaha dan bisnis? Lahirnya dominasi kekuatan word of mouth yang menjadikan referalls atau rekomendasi sebagai darah bisnis. Menjadikan ide, produk, dan inovasi senantiasa berubah, bergerak dan terus bertransformasi tanpa harus nunggu evaluasi tahunan bahkan bulanan.

Kita sering membaca sebuah kebijakan yang baru wacana tentang perubahan kelompok tarif, atau komposisi pembiayaan dalam asuransi bisa berubah karena dorongan masukan yang viral. Bahkan dunia bisnis sangat diuntungkan, produk baru sangat mudah dikomentari, di-like, di-share hingga membesar dan tak dapat dihentikan.

Mudahkan Netter, Enciety Sediakan Layanan Data Online

Customer/consumer mendapatkan apa yang mereka inginkan, produk yang premium, pengalaman dan interaksi individu yang luar biasa. Dan produsen mendapatkan juga apa yang mereka inginkan, peluang memperbesar pasar, jaringan yang loyal, mengurangi ongkos evaluasi produk, dan dalam waktu yang bersamaan mendapatkan pelanggan dengan pengalaman berbeda. Inilah yang disebut generasi win-win. Generasi yang mampu membangun kesempatan, di mana kedua pihak saling mendapatkan untung pada waktu bersamaan. Generasi yang lahir dari makin tingginya konektivitas internet. Generasi yang mampu hadir eksis dan juara dan tak harus lagi nunggu kuis, lomba, kompetisi, dan olimpiade.

Potensi Indonesia sebagai produsen sekaligus konsumen sangat besar. Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk membangun startup baru, menguasai jaringan pasar, dan menjadikan data sebagai kekuatan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disajikan dalam aplikasi enciety Data Mining menunjukkan, tahun 2012, persentase rumah tangga akses internet, rata-rata nasional masih 28.25%. Angka taksiran enciety Desk Research 2017, menunjukkan persentase rumah tangga akses internet rata-rata nasional mencapai di atas 45-50%. Khususnya area dengan persentase penduduk level pendidikan SMA ke atas makin tinggi, memiliki peluang jauh lebih besar dalam pemanfaatan ekonomi digital, dan tentunya meng-generate pengeluaran internet. Salam. (*)

Marketing Analysis 2018