Gejala Masuk Angin Boleh Jadi Serangan Jantung

Gejala Masuk Angin Boleh Jadi Serangan Jantung

Seseorang yang mengalami serangan jantung seringkali menganggap bahwa dirinya mengalami masuk angin biasa. Akibatnya, terjadi kelambatan untuk memperoleh pertolongan dini.Hal itu dikemukakan Dokter Spesialis Jantung RS Pertamina Pusat dr Ermadji Prajitno, SpJ.

“Pikiran bahwa mendapatkan suatu serangan jantung adalah menakutkan, menyebabkan banyak penderita yang tidak mau mengakui bahwa kemungkinan serangan ini terjadi pada dirinya. Hal ini barangkali karena kurangnya pengetahuan seseorang mengenai serangantersebut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan menurut Asosiasi Jantung di Amerika (American Heart Association), suatu serangan jantung mendadak dapat dialami oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Bila serangan jantung terjadi, tidak boleh ada keterlambatan untuk melakukan tindakan pertolongan.

Bila seseorang mengalami tanda-tanda serangan jantung, segera bergegas mencari pertolongan, atau memanggil mobil ambulans atau pergi ke rumah sakit terdekat.

Mungkin hal itu bukan suatu serangan jantung, tetapi bila hal itu serangan jantung, maka tindakan yang cepat akan memperbesar kemungkinan hidup dan masa penyembuhan, sarannya.

Lebih lanjut ia mengatakan pengobatan dengan obat trombolik diberikan pada jam-jam pertama setelah datangnya serangan jantung mendadak ini akan dapat melimitasi luas dan parahnya kerusakan otot jantung dan mencegah terjadinya penurunan fungsi jantung yang berat.

Obat trombolik ini hanya ada di rumah sakit atau mobil ambulans yang diperlengkapi dengan alat-alat, obat-obat dan personil seperti di CCU/ICU.

Bagaimana cara untuk membedakan nyeri dada yang dialami tersebut karena diakibatkan oleh penyakit jantung atau gangguan penyakit lainnya?

Kalau nyeri dada yang diderita terindikasi kuat mengarah kepada penyakit jantung maka tindakan cepat untuk menanggulanginya harus segera dilakukan sebelum terjadinya kerusakan pada otot jantung yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan kematian mendadak.

Sesungguhnya lebih dari sepertiga pasien penyakit jantung tidak mengeluhkan rasa nyeri di dada. Namun, gejalanya sudah dirasakan jauh sebelumnya yakni ketika dirasakannya nyeri pada dada yang hilang dan timbul dalam jangka 5-10 menit.

Namun, hal kritis tersebut seringkali diabaikan oleh banyak orang. Untuk gejala serangan jantung, kata tepatnya sebenarnya bukan nyeri dada melainkan sensasi di dada yang dirasakan sangat tidak enak yakni sesak berat di bagian dada. (bh/berbagai sumber)