Gangguan Sistem di Kemendagri, Perekaman e-KTP Surabaya Dihentikan

Gangguan Sistem di Kemendagri, Perekaman e-KTP Surabaya Dihentikan

Pelayanan kependudukan di Kantor Dispendukcapir Siola.foto:humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota Surabaya tengah gencar-gencarnya mengejar target menyelesaikan perekaman e-KTP bagi warga Surabaya. Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setiap hari mengecek dan mengontrol target penyelesaian 32 ribu e-KTP yang siap cetak dari persediaan blanko sebanyak 23 ribu. Target itu pun semakin berkurang dari hari ke hari.

Di tengah-tengah mengejar target itu, ada sedikit permasalahan, yaitu warga tidak bisa mengecek data hasil perekaman KTP elektronik. Sebab, selama dua hari ini, ada perbaikan sistem di Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jadi, selama dua hari ini, aplikasi untuk pengecekan data hasil perekaman KTP elektronik ada perbaikan di Kementerian Dalam Negeri, sehingga tidak bisa melayani penarikan data hasil perekaman KTP elektronik yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik, yang kemudian proses penunggalan data-data center, ini belum bisa ditarik datanya,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Suharto Wardoyo di kantornya, Jumat (13/7/2018).

Oleh karena itu, bagi pemohon KTP elektronik yang baru melakukan perekaman KTP elektronik, belum bisa dilakukan pengecekan, apakah bisa dicetak KTP elektroniknya atau tidak. Sebab, selama dua hari ini, ada perbaikan di data center di Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

“Solusi sementara ini, bisa menghubungi kami di WhatsApp atau SMS di nomor: 081331386611 untuk menanyakan apakah bisa dilakukan pengecekan data hasil perekaman KTP elektroniknya,” kata dia.

Sebelumnya, demi mengejar target penyelesaian e-KTP ini, Wali Kota Risma melakukan terobosan-terobosan, diantaranya dari sisi teknis, Pemkot menyediakan komputer untuk mengambil nomor antrian serta pengajuan permohonan cetak e-KTP. Kemudian, tambahan 2 alat printer e-KTP bagi data NIK yang sudah siap cetak serta menyiapkan aktivasi dengan finger scan. “Jadi, total alat cetak saat ini berjumlah 11 buah dan e-KTP yang sudah siap cetak mulai sekarang saya sampaikan one day service,” tuturnya.

Selain itu, beberapa dinas seperti DPBT turut dilibatkan untuk membantu membuat penanda dan zonasi alur pelayanan kependudukan. Tujuannya, supaya warga tidak bingung. “Selain DPBT, adapula dinas Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya untuk menyuplai beberapa buah komputer kepada Dispendukcapil,” terangnya.

Sedangkan jam pelayanan pun ditambah, yaitu mulai hari Senin hingga Jum’at buka hingga pukul 9 malam untuk mempercepat proses pelayanan e-KTP. “Saya juga sampaikan hari Sabtu kami juga buka sampai sore,” ujarnya.  (wh)

Berikan komentar disini