Februari 2018, NTP Jatim Turun Sebesar 1,18 Persen

Februari 2018, NTP Jatim Turun Sebesar 1,18 Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Februari 2018 turun 1,18 persen dari 106,72 menjadi 105,47.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono, menjelaskan, penurunan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan.

“Pada bulan Februari 2018, tiga sub sektor pertanian mengalami penurunan NTP, sedangkan dua sub sektor mengalami kenaikan,” tegas dia dalam acara press realease yang diadakan di Gedung BPS Jatim, Kamis (1/2/2018).

Kata dia, ada beberapa sub sektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada sub sektor Tanaman Pangan sebesar 2,01 persen dari 108,85 menjadi 106,66, diikuti sub sektor Peternakan sebesar 1,08 persen dari 110,14 menjadi 108,95, dan sub sektor Hortikultura sebesar 1,07 persen dari 100,74 menjadi 99,66.

“Sedangkan kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor Perikanan sebesar 0,65 persen dari 111,82 menjadi 112,54, dan sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,37 persen dari 102,65 menjadi 103,03,” ungkap Teguh menambahkan.

Dari lima Provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Februari 2018, empat Provinsi mengalami Penurunan NTP sedangkan satu provinsi mengalami kenaikan.

Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,40 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 1,18 persen, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,90 persen, dan Provinsi Banten sebesar 0,19 persen. “Sedangkan Provinsi Jawa Barat mengalami Kenaiakan NTP sebesar 0,03 persen,” tegas Teguh. (wh)

Marketing Analysis 2018