Faktor yang Harus Diperbaiki untuk Kurangi Disparitas Wilayah

Faktor yang Harus Diperbaiki untuk Kurangi Disparitas Wilayah

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (29/6/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Kurun waktu terakhir, perekonomian Jawa Timur dapat tumbuh di atas nilai rata-rata pertumbuhan perekonomian nasional. Salah satu faktor yang menentukan adalah tumbuhnya sektor perhubungan laut, darat, dan udara di Jawa Timur.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi, Jawa Timur menjadi satu provinsi yang paling besar dalam konteks basis perekonomian di antara provinsi lain di wilayah Indonesia Timur.

“Contohnya, ketika saya beberapa waktu lalu ke Maluku Utara bertemu beberapa pengusaha dan kepala daerah. Dikatakan ada sekitar 70 persen barang yang ada di Maluku Utara dipasok dari Provinsi Timur,” ungkap Wahid Wahyudi, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (29/6/2018).

Kata dia, jika dihitung jumlah penduduk Jawa Timur dan jumlah penduduk di beberapa provinsi wilayah bagian Indonesia Timur, ada sekitar 36,62 persen atau sekitar 1/3 aktivitas usaha di Indonesia di wilayah Jawa Timur.

“Jika kita hitung jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur dan beberapa wilayah di Indonesia Timur yang berkontribusi pada jumlah produk domestik bruto (PDB) nasional jumlahnya mencapai 34,16 persen,” terang dia.

Kata Wahid, konsekuensi dari perkembangan perekonomian yang ditunjukkan Jawa Timur tersebut adalah high cost economy.

“Penyebab utama dari hal itu adalah over capacity sarana perhubungan laut, darat, udara dan kereta api di Jatim. Jadi, jika ingin membangun ekonomi, jika ingin mengurangi disparitas wilayah di Jatim, satu hal yang wajib dilakukan adalah perbaiki sarana perhubungan dan transportasi,” jelas dia.

Wahid mengungkapkan, salah satu hal yang dilakukan Pemprov Jatim untuk dapat menekan biaya transportasi laut adalah memberlakukan zonasi pelayanan laut.

“Dengan kebijakan zonasi laut tersebut, barang-barang asal Jatim memiliki nilai jual yang dapat bersaing dengan daerah-daerah lain,” tegas dia. (wh)