Era Industri 4.0, Maksimalkan Fungsi Integrator

Era Industri 4.0, Maksimalkan Fungsi Integrator

Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menjelaskan, di era Industry 4.0, manusia memiliki fungsi integrator. Artinya, fungsi dan peran tenaga manusia lebih mengandalkan kreativitas dan pemikirannya.

“Sampai saat ini, mencatat data masih sangat lemah bagi masyarakat Indonesia. Padahal data ini sangat penting untuk menganalisa perkembangan di seluruh sektor. Dengan database, kita dapat menentukan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan,” ungkap Bapak Statistika Indonesia itu.

Kresnayana mencontohkan sektor pertanian. Sampai hari ini masih belum memiliki database yang komplet. Seperti jumlah atau komposisi pupuk yang dibutuhkan untuk menanam padi, jumlah air yang digunakan untuk mengairi sawah, dan lain sebagainya. “Jika ada, pekerjaan petani jadi makin efektif dan efisien,” cetusnya.

Menurut dia, jika seluruh sektor memiliki database, tenaga manusia dibutuhkan di level analisis dan tidak lagi tenaga kasar. Orang bekerja tidak asal selesai, tapi harus sesuai.

“Jika kita punya data, kita akan tahu apa yang harus dilakukan. Kita punya knowledge. Nah, panduan ini suatu saat dikemudian hari menjadi kemampuan untuk memprediksi, kita jadi tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Kresnayana.

Selain itu, imbuh dia, dengan data yang akurat dan analisis yang baik, pekerjaan yang dilakukan manusia makin bagus. Yang paling penting dapat membangkitkan control system yang dibutuhkan dalam mengoperasionalkan mesin-mesin yang membantu bekerja. “Kendali kualitas hasil pekerjaan ada di kita,” tandas Kresnayana.

Untuk menghadapi Industri 4.0, kata dia, maintenance untuk mesin tidak lagi menjadi sebuah kegiatan ekstra. Konsep maintenance berubah menjadi sebuah kebutuhan yang harus disiapkan pengusaha di segala sektor pekerjaan.

“Dalam revolusi 4.0, mesin menjadi satu alat yang dibutuhkan d imasa depan. Untuk memastikan pekerjaan selesai dan maksimal, kita sudah harus memikirkan maintenance mesin yang digunakan. Jadi jangan sampai ada mesin itu rusak baru kita perbaiki. Itu tidak efektif. Untuk itu, kita harus berpikir perawatan untuk mesin-mesin yang digunakan,” pungkas dia. (wh)