Era Digital, Perhatikan Pola Marketing Ini

Era Digital, Perhatikan Pola Marketing Ini

Zhavira Ayu Ratri Aldania, owner Food Coma, di Radio Suara Surabaya, Jumat (20/10/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Era digital membuat peta usaha terus berubah, terutama dari pola marketing. “Pola marketing yang sedang banyak dilakukan saat ini dengan menggunakan konsep customer taste dan attention economy,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/10/2017).

Untuk konsep customer taste, Kresnayana mencontohkan jika ada kacamata baru yang digunakan oleh orang terkenal seperti artis di sosial media. “Jika konten atau berita tersebut dapat viral di dunia digital, otomatis banyak masyarakat penasaran dan ingin membeli kacamata tersebut,” ulasnya

Lalu untuk konsep attention Economy, kresnayana mencontohkan, seorang presiden dengan menggunakan jaket, lantas, produk jaket tersebut menjadi semacam iconic yang sangat diminati oleh masyarakat.

“Contoh tersebut menggambarkan jika kekuatan dunia digital sangat besar. Jika para pelaku usaha tidak dapat memanfaatkannya, usaha mereka bakal tergerus,” ulas Kresnayana.

Dalam kesempatan sama, Zhavira Ayu Ratri Aldania, owner Food Coma, menjelaskan sejak dirinya membuka usaha kuliner setahun lalu, ia telah melakukan pemasaran dengan konsep digital marketing.

“Awal membuka usaha dengan kawan-kawan, selain memikirkan manajemen usaha, kami sudah mulai merancang strategi pemasaran di dunia digital. Hal itu kami lakukan yang pertama karena pasar yang kami sasar adalah pasar anak muda. Yang kedua karena kami sadar, saat ini kita telah menghadapi era digital,” papar dia.

Menurut Zhavira, sampai saat ini order produk lewat offline masih mendominasi usahanya. Namun, belakangan order lewat online makin meningkat.  Kebanyakan, mereka yang order offline adalah mereka yang datang ke gerainya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya.

“Namun jika dilihat dari banyaknya mereka yang share location di media sosial, mereka yang datang adalah mereka yang penasaran dengan tempat kami,” tandas Zhavira.

Arief Mulyansyah yang juga owner Food Coma, menjelaskan untuk merespons tumbuhnya order online produknya tersebut, ia harus menyiapkan stok produk khusus yang dijual via online.

“Agar tidak mengganggu persediaan produk yang kita jual lewat offline, kami telah menyiapkan produk yang khusus kami jual lewat online,” tegasnya.

Bukan hanya itu, untuk merespons pasar online, Arief telah melakukan beberapa konsep strategi promosi. Di antaranya menggandeng sejumlah perusahaan platform seperti Go-Food by Go-Jek, Uber, dan lainnya.

“Bentuk promosinya semacam jika para pembeli memesan lewat platformplatform tersebut, kami bakal memberikan diskon dan lain sebagainya,” pungkas dia. (wh)