Era Berbagi Kebaikan

Era Berbagi Kebaikan

Unung Istopo Hartanto, peneliti senior Enciety Business Consult

Interaksi sosial sehat ditandai dengan hubungan saling berbagi, saling memberi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam buku Customer’s New Voice, John S. McKean mengulas alasan dasar manusia berbagi, yaitu saling memberi motivasi, sensitivitas terhadap keselamatan orang lain, dan kemudahan tools. Hadirnya teknologi ini membuat berbagi bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi dorongan keinginan.

Media berbagi makin atraktif sejak kemunculan fotografi pada tahun 1814. Teknologi komunikasi makin baik dan terus berkembang. Data berupa teks dan gambar yang awalnya sangat terbatas, menjadi ledakan data yang sangat besar, beragam, dan berubah sangat cepat (Big Data).

Informasi makin menarik. Kecerdasan dalam memanfaatkan data dengan filtering, clustering, summarizing, dan visualization menjadi tantangan sekaligus peluang. Statisticians berpadu dengan kematangan tools, menjadikan kapabilitas data science makin utuh.

Kreativitas dan inovasi makin tak terbendung dalam jangkauan komunikasi jejaring komputer yang terorganisasi di seluruh dunia melalui internet. Melahirkan generasi-generasi digital.

Hari ini, kita masuk pada revolusi industri 4.0. Sebuah zaman yang membawa perubahan cepat, cekatan, tangkas, cerdas dan gesit (agile). Generasi digital native saat ini bukan hanya mahir berbagi kata, tapi sharing gambar di  media sosial sudah tak terhingga.

Riset enciety Business Consult 2018, mencatat 80 persen kelompok digital native di wilayah perkotaan Jawa menggunakan media sosial, khususnya Facebook dan Instagram.

Tahun 2018, dengan 264 juta penduduk, komposisi struktur usia di bawah 35 tahun mencapai 58 persen, sebuah bonus demografi yang harus dikelola dengan baik agar mampu mendorong terjadinya perubahan. Dari publikasi yang sama, proyeksi Badan Pusat Statistik menyatakan struktur ini akan berubah menjadi 48 persen di tahun 2045. Di mana saat itu total penduduk Indonesia sudah mencapai 318 juta jiwa. Sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama.

Akhirnya, kebutuhan berbagi hadir agar hidup makin mudah, makin efisien, supaya orang lain terhindar dari celaka dan bahaya, serta menjadikan lingkungan makin baik. Mempersiapkan manusia masa depan yang seutuhnya, sebagai makhluk pribadi sekaligus sosial. Jadi bersabarlah, makin bijaklah. Ruang komunikasi makin dahsyat, dan teruslah berupaya membersamai generasi penerus, generasi digital native untuk berbagi kebaikan.

Salam. (*)

Marketing Analysis 2018