Empat Motivasi Bisnis Ala Denil Pudding

Empat Motivasi Bisnis Ala Denil Pudding

Dedy Kurnia Sunarno.foto:arya wiraraja/enciety.co

Dedy Kurnia Sunarno, owner Denil Pudding Surabaya, berbagi tips bisnis di seminar digital marketing Pejuang Muda Surabaya, Sabtu (2/3/2019). Pria yang merintis binis dari nol tersebut memberikan empat motivasi bisnis yang diyakini gampang diingat dan bisa diimplementasikan.

“Ada empat hal, ya. Yaitu berani melangkah, harus fokus, tampil beda, dan jangan galau,” kata dia dalam pelatihan yang digelar di Kaza City Mall Surabaya itu.

Menurut Dedy, untuk bisa jadi pelaku usaha sukses dengan omzet puluhan juta per bulan seseorang harus berani melangkah. Tidak perlu banyak berpikir.

Dedy mengaku terinspirasi Bob Sadino, pengusaha papan atas Indonesia pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. “Kata-kata yang paling saya ingat dari Bob Sadino dalam bukunya adalah “Orang Goblok itu ga banyak mikir yang penting melangkah, Orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah”, kutip dia.

Kedua, sambung Dedi, merintis usaha itu perlu fokus. Hal ini kelihatan mudah, tapi sesungguhnya butuh upaya keras dan konsisten untuk melakukannya.

Dia mencontohkan dirinya. Tahun 2014, ia mencoba membangun usaha puding, di samping menjadi karyawan di pabrik udang di Sidoarjo. Selama dua tahun, dia melakoni profesi berbeda. Hasilnya tidak bisa optimal.

“Saya sering curi-curi waktu dengan berbagai alasan untuk mengantarkan pesanan. Hingga waktu cuti saya habis. Pada akhirnya saya harus membranikan diri resign tahun 2016, kemudian fokus menekuni usaha saya sampai sekarang,” ungkap Dedy.   

Poin ketiga, Dedy mengatakan jika usaha butuh tampilan beda. Ini mengharuskansetiap pelaku usaha berpikir kreatif. Temukan nilai pembeda dari usaha yang kita bangun.

Dia lantas cerita pengalaman saat ingin mengembangkan usaha di luar puding. Tepatnya, jualan ayam geprek. Peralatan sudah dibeli. Tinggal operasional. Kemudian dia berkonsultasi dengan Agus Wahyudi (mentor dan humas Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda).

“Beliau saran bikin produk yang masih berhubungan dengan puding. Lalu, tercetus bikin minuman berbahan kopi dan jelly. Waktu itu belum ada. Alhamdulillah, sekarang jadi produk unggulan. Sehari, saya bisa produksi 300-350 botol. Harganya Rp 12 ribu. Pernah ada pesanan hingga saya produksi 1.000 botol sehari,” jabarnya. 

Dedi menambahkan, saat awal merintis usaha dia banyak mengalami kegalauan. Yang utama terkait pendapatan bulanan. Khawatir tidak ada mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tapi saya nekat. Alasannya saya waktu kalau ingin punya uang buat naik haji yang punya usaha. Dan saya paling ingat pesan guru saya, kalau 70 persen ketidakberhasilan datangnya dari pikiran. Kalau pikiran kita positif, Inshaa Allah pasti bisa,” pungkasnya.(wh)