Empat Makna Penting Idul Adha

Empat Makna Penting Idul Adha

Hari ini (12/9/2016), umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha atau dikenal hari kurban. Idul Adha memiliki spirit besar membangun kehidupan umat manusia. Setidaknya, ada empat makna penting dalam Idul Adha yang bisa dipahami sekaligus diinsyafi.

Pertama, makna fillosofis. Idul Adha tidak sekadar menyembelih hewan kurban. Manusia harus bisa menyembelih atau menghancurkan berhala-berhala dalam dirinya. Manusia harus bisa menghancurkan sifat-sifat buruk manusia. Sifat rakus, pendendam, hasad, curang, angkuh, sombong dan lainnya.

Spirit Idul Adha, bagaimanapun juga manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia akan selalu membutuhkan orang lain. Karenanya, bekerjasamalah dalam kebaikan. Tolonglah orang yang membutuhkan bantuan. Manusia belum paripurna jika ia tidak bisa membagi kebahagiaan kepada orang lain. Kebahagiaan buat keluarga, sanak saudara, tetangga, kawan seiring dan seperjuangan, dan kaum papa.

Kedua, makna teologis. Idul Ada tak sekadar menyembelih hewan kurban, lalu membagi dagingnya kepada fakir miskin dan orang yang berhak. Idul Adha bukan seremoni membakar sate, memasak gule, atau meracik menu makanan yang menggoyang lidah. Idul Adha adalah momentum untuk mendekatkan diri (taqorrub).

Dalam bermasyarakat hal ini sangat penting ditanamkan. Sebab dalam banyak kejadian, di saat merayakan Idul Kurban ada yang justru mengalpakan masalah ini. Dimana ada di antara kita yang lebih berkonsentrasi merawat hewan kurban, tapi justru melewatkan waktu salat. Bukankah kita harus mendahulukan yang wajib dan menghidupkan yang sunnah?

Marketing Analysis 2018