Empat Kunci Memerbaiki Dunia Pendidikan Indonesia

Empat Kunci Memerbaiki Dunia Pendidikan Indonesia

Chairperson Enciety Busines Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (27/4/2018), foto: arya wiraraja/enciety.co

Dalam konteks edukasi saat ini kita dikenalkan tiga poin penting, yaitu analisis, evaluasi, dan kreatif. Jadi, dunia pendidikan tidak bisa lagi dipraktikkan melalui cara-cara lama yang hanya terfokus pada konsep definisi.

“Untuk itu, kita wajib memahami konsep pendidikan baru yang dikenal dengan how to improve education,” ujar Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (27/4/2018).

Kresnayana lalu menjelaskan, poin pertama yang wajib dimengerti dari how to improve education tersebut adalah golden skills. “Yang dimaksud golden skills ini adalah keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas seseorang di masa depan,” katanya.

Poin pertama, terang dia, skill atau keahlian yang dimiliki seseorang berasal dari pemikiran. Jadi, jangan beranggapan seperti keahlian teknisi bengkel dan lain sebagainya.

Kedua, kata Kresnyana, mengenalkan operational skills. Dalam poin ini, banyak di antara mereka yang memiliki operational skills ini lebih dapat menguasai hal-hal yang lebih aplikatif ketimbang menguasai teori.

“Mereka yang menguasai operational skills ini contohnya para driver dan mereka yang bekerja lebih menggunakan kemampuannya secara praktik ketimbang sekadar berteori,” ulas pakara statistik ITS.

Poin ketiga, menurut Kresnayana , adalah predictive skill. Untuk memahami poin ketiga ini, wajib mengetahui konsep down skills. Pada konsep ini hanya dengan membayangkan atau mengabstraksikan sesuatu dengan menggunakan kata-kata dan bahasa komunikasi lainnya.

Kata Kresnayana, seseorang yang memiliki skill ini bakal sangat dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan yang berkenaan dengan mengonsep sesuatu di masa depan.

“Contohnya, jika ada seseorang yang menggambarkan ke depan tempat pengisian bahan bakar bensin bakal terus berkurang karena di masa depan perangkat transportasi lebih banyak menggunakan bahan bakar listrik,” ungkapnya.

Poin terakhir, imbuh Kresnayana, konsep pendidikan bakal sangat dipengaruhi perkembangan arus informasi yang makin terbuka seiring dengan perkembangan dunia teknologi.

“Perlu diingat, dunia pendidikan saat ini sangat dipengaruhi dunia digital. Contohnya, jika anak-anak tidak tahu satu arti kata saat ini mereka bakal mengakses dunia digital. Contoh tersebut menjadi tanda jika dunia edukasi kita juga harus berkembang dan tidak boleh lagi menggunakan konsep lama,” urainya. (wh)

Marketing Analysis 2018