Empat Hal Patut Dilakukan dalam Perencanaan Keuangan

Empat Hal Patut Dilakukan dalam Perencanaan Keuangan

Dhea Lubis, pemateri Training of Trainer Dalam Rangka Peningkatan Literasi dan Akses Keuangan Kepada Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Minggu (30/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Perencanaan keuangan yang tepat dan terukur. Itulah yang perlu dilakukan pelaku usaha agar dapat berkembang. Selain itu, pelaku usaha juga disarankkan untuk melakukan kegiatan investasi.

Hal itu disampaikan Dhea Lubis, financial planner, dalam acara pelatihan Pahlawan Ekonomi bertajuk “Training of Trainer Dalam Rangka Peningkatan Literasi dan Akses Keuangan Kepada Pahlawan Ekonomi” oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur di Kaza City Mall, Minggu (30/9/2018).

“Lewat kegiatan investasi kita dapat memastikan kehidupan lebih baik bagi kita dan keluarga di masa depan. Contohnya, kegiatan investasi berupa asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Asuransi kesehatan ini adalah investasi yang paling diminati masyarakat karena salah satu alasannya tidak ada pajak seperti investasi properti,” kata Dhea.

Dhea menuturkan, sebelum berinvestasi satu hal yang wajib dilakukan pelaku usaha adalah membuat perencanaan keuangan. Ada beberapa poin penting yang perlu dilakukan sebagai awal melakukan perencanaan keuangan. Pertama, mendata aset perusahaan. Jika usaha baru dirintis atau levelnya masih UKM, tentu belum memiliki aset seperti gedung, peralatan berat dan lain sebagainya.

“Namun, sumber daya manusia seperti keahlian yang kita miliki untuk termasuk aset yang harus kita hitung dan kita lindungi,” ulas Dhea.

Kedua, membedakan rekening pribadi dan usaha. Ini perlu dilakukan agar pelaku usaha dapat secara detail memantau perkembangan keuangan.

“Kita dapat memantau arus dana masuk dan keluar usaha kita itu seperti apa. Jika sudah tertib seperti itu, kita dapat melihat kekurangan kita di mana dan mengevaluasinya agar usaha yang kita jalannya makin berkembang” terangnya.

Kegita, pelaku usaha harus membedakan sumber pendapatan. Poin ini sebenarnya berkaitan dengan poin kedua. “Intinya, dengan dapat membedakan sumber pendapatan yang kita terima, kita dapat memilah yang mana dana yang digunakan untuk usaha dan dana yang kita gunakan untuk kebutuhan harian,” urainya.

Keempat, pola pikir dan tindakan. Hal ini, terang Dhea, dapat diwujudkan dengan mampu secara konsisten melakukan perencanaan pengeluaran, mengidentifikasi sumber pemasukan, dan mengukur tingkat finansial.

“Intinya, jika ingin usaha kita berkembang dengan melakukan investasi, kita harus disiplin dan berpegang teguh pada perencanaan usaha yang sudah kita rancang,” tegasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018