Eks Lokalisasi Dolly yang Kini jadi Kawasan Produktif

Teks: Kegiatan usaha di kawasan ekslokalisasi Dolly yang kini terus menjamur. Foto:humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengubah kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak Surabaya menjadi sebuah kawasan produktif. Saat ini, kawasan tersebut sudah mengalami banyak perubahan, pascaditutup empat tahun silam.  Baik perubahan dari aspek sosial maupun ekonomi. Tempat yang dulunya ramai berjajar rumah-rumah bordil, kini telah bermetamorfosis menjadi sebuah kampung yang produktif.

Camat Sawahan Surabaya M Yunus mengatakan, kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak, saat ini mulai banyak berkembang salah satunya dari segi ekonomi. Dengan adanya beberapa usaha industri kreatif yang mulai berkembang di kawasan tersebut, pastinya juga memberikan dampak yang positif bagi perekonomian warga sekitar.

“Selama ini pemkot terus melakukan berbagai upaya agar perekonomian warga sekitaran eks lokalisasi semakin meningkat, termasuk mendirikan industri kreatif bagi warga sekitar,” kata Yunus,  Kamis, (1/3/2018).

Dia lalu mengungkapkan, saat ini terdapat sebanyak 23 kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan tersebut. Rinciannya, untuk produk olahan batik berjumlah empat kelompok UKM, yaitu Jarak Arum, Alpujabar, Canting Surya, dan Warna Ayu.

Sementara itu, untuk olahan makanan dan minuman berjumlah 13 UKM dengan rincian yaitu, TBM Kawain, olahan bandeng, Jarwo Tempe, Sami Jali, Pangsit Hijau, Cak Mimin (dian rujak), UKM Puja (telur asin, botok telur asin), UKM Squel (olahan keripik), UKM Vigts (jamu herbal), Gendis (bumbu pecel), UKM Henrik (olahan semanggi dan es puter) dan olahan minuman dari rumput laut.

“Setiap kelompok UKM itu terdiri dari tiga hingga 10 orang dan merupakan warga dari sekitaran eks lokalisasi Dolly dan Jarak,” ujar pria berkacamata ini.

Eks Lokalisasi Dolly yang Kini jadi Kawasan Produktif

Di samping itu, kata Yunus, untuk usaha industri kreatif di tempat ini berjumlah sebanyak lima. Rinciannya yaitu, KUB Mampu Jaya (produksi sandal, sepatu dan goody bag), sablon, minyak rambut (phomade dan semir), handicraft (manik-manik) dan usaha dalam bentuk lukisan.

“Kami juga saat ini sedang menyiapkan untuk industri sabun rumahan. Jadi nanti, tidak hanya produk sandal dan goody bag saja yang kita tawarkan ke pihak hotel, tapi juga ada produk olahan sabun,” ungkapnya.

Marketing Analysis 2018