Dua Modal Penting Membuat Produk Handicraf Bernilai Tinggi

Dua Modal Penting Membuat Produk Handicraf Bernilai Tinggi

Pelatihan creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall, Minggu (15/7/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Dua modal dibutuhkan dalam membuat produk handicraft, Yakni, 50 persen kreativitas dan 50 persen seni. Dengan dua modal itu, para pelaku usaha memiliki kesempatan meningkatkan usaha yang mereka jalankan.

Yayuk Surat, mentor pelatihan creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi Surabaya, menegaskan jika pelatihan yang digawangi untuk mengasah kreativitas dan seni.

“Pelatihan ini digelar untuk para pelaku usaha kreatif pemula. Kami ingin mereka dapat memproduksi produk dari kombinasi berbagai bahan baku sederhana namun memiliki kualitas,” kata dia, di sela acara pelatihan di Kaza City Mall, Minggu (15/7/2018).

Yayuk lalu memaparkan produk yang bakal dibedah. Yakni, liontin kombinasi dari tiga bahan: batok kelapa, kawat wayer atau tembaga dan manik-manik kristal.

Dijelaskan Yayuk, ada beberapa bahan dasar yang diperlukan untuk membuat produk tersebut. Yakni, batok kelapa yang telah dikeringkan dan telah dicat, manik-manik kristal dengan aneka warna, kawat wayer atau kawat tembaga dengan ukuran kecil dan ukuran sedang.

Cara membuatnya sebenarnya sederhana. Pertama, rangkai kawat wayer ukuran tanggung dengan kawat ukuran kecil. Setelah itu, rangkai manik-manik kristal dengan batok kelapa. Pilih warna yang sesuai saat memilih manik-manik Kristal. Jika tidak, produk liontin yang dihasilkan bakal kurang baik atau terlihat norak.

“Jika norak atau tidak sesuai, produk kita tidak akan laku dibeli orang. Makanya, perhatikan saat kita memadupadankan bahan dasar yang digunakan,” terang perempuan berjilbab ini.

Setelah selesai dirangkai, rapikan kembali dengan menggunakan kawat wayer ukuran kecil. Proses finishing ini, kata Yayuk, menjadi hal yang sangat penting.

“Proses finishing ini membutuhkan ketelitian tinggi. Karena proses ini menentukan layak atau tidaknya produk kita dipasarkan. Jika produk kurang bagus atau kurang rapi, kita dapat merapikannya pada proses finishing ini,” terang Yayuk. (wh)