Dua Mobil Hemat Energi ITS Diluncurkan

Dua Mobil Hemat Energi ITS Diluncurkan

foto:humas its

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali memberikan salah satu kontibusi nyata untuk mendukung visinya menjadi eco campus melalui dua mobil kebanggaan, yaitu Nogogeni V dan Sapuangin XI Evo 2 yang akan berlaga di ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia di Changi Exhibition Centre, Singapura, 8-11 Maret 2018 mendatang.

Shell Eco Marathon Asia adalah lomba yang berlangsung tiap tahun, untuk mencari mobil-mobil ramah lingkungan hasil karya mahasiswa di seluruh Asia. Dalam Shell Eco Marathon Asia kali ini tidak terlalu berbeda dengan ajang tahun lalu, kelas yang dilombakan masih berupa Prototype dan Urban Class. Sedangakan bahan bakar untuk tiap kelas dibagi menjadi dua kategori saja, yaitu Internal Combustion Engine (ICE) dan Electrical. Tahun ini, ITS mengirimkan dua mobil kebanggaannya dalam Urban Concept Class, dalam dua kategori bahan bakar yang berbeda.

Nogogeni V, merupakan mobil yang turun dalam kelas electric di SEM-Asia sejak tahun 2016. Pencapaian tim yang dimanajeri oleh Muhammad Adietya dan di bawah bimbingan Bapak Didit ini tidak bisa diragukan lagi, setelah even-event yang telah diikuti sejak tahun 2013 di ajang Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) dan terakhir pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) tahun 2017 lalu. Pada KMHE 2017, Nogoneni berhasil meraih banyak penghargaan salah satunya merupakan FDR Award.

Sementara, ITS Team Sapuangin dengan mobilnya yaitu Sapuangin XI Evo 2 yang turun dalam kelas Internal Combustion Engine. Kelas ICE merupakan kelas gabungan dari mobil berbahan bakar Diesel, Bensin, dan Ethanol. Tahun ini, ITS Team Sapuangin memutuskan untuk turun dengan bahan bakar bensin, setelah sebelumnya menjadi raja di kelas Diesel. Sejak tahun 2010 Sapuangin telah lebih dulu menjajal Shell Eco Marathon hingga pencapainnya tahun 2017 kemarin.

Tahun ini, ITS membawa misi berat untuk bisa menyabet gelar juara, terutama ITS Team Sapuangin yang ingin meraih kembali gelar juara, yang kemarin sempat lepas. Dengan persiapan yang matang, mulai dari desain mobil, test drive dan improvement-improvement lainnya, Sapuangin percaya mampu bisa mencapai 500 km/liter pada ajang kali ini. Begitu pula dengan Tim Nogogeni yang ingin meraih gelar juara.  Tidak hanya meraih gelar juara, kedua tim ini bercita-cita untuk bisa lanjut sampai ajang Drivers’ World Championship di London, tahun ini. (wh)

 

Berikan komentar disini