Dor ! Enam Terpidana Mati Tewas di Regu Tembak

terpidana mati

Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan eksekusi 6 terpidana mati telah dilakukan. Ia memastikan eksekusi di kedua tempat berbeda, yaitu Nusakambangan dan Boyolali, Jawa Tengah hanya berjalan sedikit lebih lambat seperti direncanakan. “Di Nusakambangan untuk 5 terpidana mati dieksekusi pukul 00.30 WIB dan 00.40 WIB dipastikan telah meninggal dunia. Sedangkan di Boyolali eksekusi pukul 00.46 WIB,” ujar Jaksa Agung Prasetyo.

Meskipun tidak sesuai jadwal, yakni pukul 00.00 WIB, menurut Prasetyo eksekusi tersebut tidak ada kendala dan berjalan sangat lancar. “Di kedua lokasi berbeda, eksekusi dilaksanakan dalam suasana aman dan lancar,” tandas Jaksa Agung.

Eksekusi terhadap 5 terpidana mati di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, usai dilakukan pada pukul 00.30 WIB, Minggu 18 Januari 2015. Tepat pukul 04.00 WIB, 4 Ambulans pembawa jenazah terpidana mati meninggalkan Nusakambangan. Keempat ambulans itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan mobil Patwal.

Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya mengatakan, proses eksekusi berjalan lancar. Eksekusi dilaksanakan di Pulau Nusakambangan di dekat Lembaga Pemasyarakatan Batu. “Empat Yang dibawa keluar, yakni Rani (Rani Andriani) diambil keluarganya di Cianjur. Dan dibawa ke Jakarta, Daniel (Daniel Enemuo),” beber Ulung.

Ia menjelaskan, 2 Ambulans di antaranya yang membawa jenazah Marco Archer Cardoso Moreira dan Ang Kiem Soei menuju krematorium di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk dikremasi. Ulung menambahkan, satu jenazah atas nama Namaona Denis dimakamkan di Pulau Nusakambangan. (lp6)

Berikut 6 terpidana mati tersebut:

1. Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brasil) dieksekusi di Nusakambangan.
2. Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI) dieksekusi di Nusakambangan.
3. Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam) dieksekusi di Boyolali.
4. Namaona Denis (WN Malawi) dieksekusi di Nusakambangan.
5. Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria) dieksekusi di Nusakambangan.
6. Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WNI) ‎dieksekusi di Nusakambangan.

Marketing Analysis 2018