Dongkrak Usaha dengan Data Driven dan Data Analysis Intelligent

Dongkrak Usaha dengan Data Driven dan Data Analysis Intelligent

Kresnayana Yahya di Suara Surabaya, Jumat (31/8/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pemanfaatan data driven dan data analysis intelligent bagi dunia usaha sangat diperlukanuntuk memajukan usaha. Hal itu disampaikan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (31/8/2018).

“Agar usaha kita maju, semua kebijakan harus berdasar data yang akurat. Jika kita bicara data, ada proses validasi data yang digunakan sehingga data yang digunakan tepat. Dengan mengantongi data yang tepat, segala kebijakan yang kita buat dapat lebih teratur dan tepat sasaran,” ulas dia

Pada dasarnya, terang Kresnayana, ada empat langkah yang biasa dilakukan supaya kebijakan yang dibuat tepat sasaran. Yakni, mengumpulkan data, menarik informasi, mengolah informasi sehingga menjadi knowledge atau rumusan. “Lalu yang terakhir mengatur sistem dan merumuskan kebijakan,” cetusnya.

“Contohnya begini, jika semua data transaksi dikumpulkan dan diolah, maka kita dapat memahami kekurangan dan kelebihan usahanya. Misalnya, perusahaan dapat mengumpulkan data penjualan, kita dapat menarik data pola konsumsinya. Jadi kita bisa menentukan jika menjual produk A ini dapat laku di daerah B, katakanlah begitu,” ujar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Kresnayana menyinggung pemanfaatan data transaksi yang dilakukan penyedia jasa transportasi online Go-Jek. Menurut dia, sekarang Go-Jek sudah dapat memprediksi makanan paling laris sepuluh hari ke depan. Dengan prediksi itu, Go-Jek dapat membuat strategi promosi yang dapat menguntungkan perusahaannya.

“Contohnya, kalau di daerah A ini dalam sepuluh hari ke depan yang bakal laris makanan cepat saji. Nah, dari sini saja mereka sudah dapat membuat program promosi, jika pesan makanan tersebut via Go-Jek bakal ada potongan harga 30 persen, misalnya. Bayangkan jika yang pesan sampai 100 orang, berapa besar keuntungan yang bisa didapat?” jelas staf pengajar statistika ITS Surabaya itu.

Pemanfaatan data analysis intelligent semacam ini, sambung dia, sangat dibutuhkan supaya perusahan memenangkan persaingan usaha. Contohnya, ada bisnis hotel yang dapat diukur melalui tingkat okupansinya. Caranya dapat dengan memantau berapa jumlah selimut dan sarung bantal yang di laundry dalam sehari.

“Pemanfaatan data analysis intelligent ini hampir sama dengan data driven di dunia digital. Namun yang membuatnya berbeda adalah cara mendapatkannya. Dengan memanfaatkan kedua data tersebut secara maksimal, kita dapat lebih mudah memenangkan persaingan usaha di tengah perkembangan teknologi,” tutup Kresnayana. (wh)