Dongkrak Bisnis Logistik, Kamadjaja Gandeng Startup

Dongkrak Bisnis Logistik, Kamadjaja Gandeng Startup

Ivy Kamadjaja, Ivan Kamadjaja, dan Deden Anugrah, memberikan di sela acara Hackaton Day di KoridorCo-Working Space Siola, Minggu (12/11/2018) malam.foto:arya wiraraja/enciety.co

Industri jasa di bidang logistik terus bertumbuh. Pertumbuhan sekitar 15 persen per tahunnya, terutama di sektor jasa kurir. Hal ini menunjukkan peluang usaha logistik makin besar seiring makin berkembangnya e-commerce di Indonesia.

“Tidak menutup kemungkinan, 4-5 tahun ke depan kita dapat melahirkan usaha-usaha startup unicorn dalam bidang logistik di Indonesia,” kata Ivan Kamadjaja, CEO Kamadjaja Logistics, di sela acara Hackaton Day di Koridor Co-Working Space Gedung Siola, Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (12/11/2018) malam.

Hadir dalam acara itu, Deputy CEO Kamadjaja Logistics Ivy Kamadjaja dan Vice President ICT Kamadjaja Logistics Deden Anugrah

Menurut Ivan, keberadaan teknologi amat sangat penting. Karena itu, pihaknya akan menjadikan pondasi bisnis ke depan untuk meningkatkan produktivitas.

“Saat ini kami memiliki tiga pondasi, yakni people, technology, dan process. Kami ingin ada anak bangsa yang mampu membuat suatu terobosan di bidang TI logistik,” tandas dia

Ivan percaya, dengan menghubungkan ketiga pondasi tersebut, perusahaan logistik khususnya Kamadjaja Logistics, mampu bertahan dan bisa berkembang di Indonesia.

Menurut Ivan, sistem logistik Indonesia masih belum efisien. Hal ini menjadi satu peluang yang baik bagi Kamadjaja Logistics untuk mengembangkan usahanya.

Hingga kini, sebut dia, pemanfaatan dunia digital ini masih sangat minim dalam bisnis logistik. Contohnya, untuk operasional saja sampai dengan sekarang masih menggunakan cara-cara manual.

“Jadi digitalisasi ini menjadi hal yang penting jika kita ingin dunia usaha logistik bisa berkembang dan efisien,” cetus dia.

Sampai saat ini, sambung Ivan, salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh perusahaan logistik tidak lain adalah terbatasnya infrastruktur. Namun dalam kurun waktu empat tahun belakangan, pemerintah telah berupaya meningkatkan infrastruktur. Di antaranya adalah dengan menggenjot pembangunan infrastruktur bandara, pelabuhan, maupun jalan raya.

Juga, imbuh dia, dari masing-masing moda transportasi ini kan dilindungi oleh undang-undang dan di bawah wewenang dari beberapa Dirjen Perhubungan.

“Sehingga untuk mengkoordinasikan hal ini dengan dunia usaha logistik menjadi satu tantangan tersendiri bagi perusahaan logistik seperti Kamadjaja untuk bisa lebih berkembang,” tegasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018