DKI Jakarta Belajar Tata Kelola Pemerintahan di Surabaya

DKI Jakarta Belajar Tata Kelola Pemerintahan di Surabaya

Ketua Komisi A DPRD Jakarta Riano Ahmad usai berdiskusi bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Yayuk Eko Agustin di ruang sidang sekretaris kota Surabaya, Kamis (1/3/2018).foto:humas pemkot surabaya

Setelah menerima kunjungan kerja dari FKUB dan Wali Kota Palangkaraya terkait kerukunan umat beragama beberapa waktu lalu, kali ini giliran DPRD DKI Jakarta berkunjung ke Pemkot Surabaya.

Rombongan berjumlah 11 orang datang untuk berdiskusi terkait tata kelola kota yang dinilai sukses dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Rombongan DPRD Jakarta diterima Asisten I Bidang Pemerintahan Yayuk Eko Agustin didampingi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya di ruang sidang sekretaris kota Surabaya,  Kamis (1/3/2018).

Ketua Komisi A DPRD Jakarta Riano Ahmad yang memimpin rombongan menyampaikan kedatangannya untuk berdiskusi sekaligus berbagi pengalaman  terkait tata pengelolaan kota yang ada di Surabaya.

“Iri melihat begitu banyaknya prestasi yang diraih Kota Surabaya, baik dari level kota hingga dunia. Terakhir dapat penghargaan dari PBB,” kata Raino diiringi tepuk tangan.

Dalam pertemuan tersebut, Riano menanyakan indikator kesuksesan pemkot surabaya dalam urusan tata kelola kota. Asisten I Yayuk Eko Agustin menjelaskan bahwa kesuksesan dalam tata kelola kota dikarenakan Pemkot Surabaya menggunakan sistem e-budgeting dan e-goverment.

Sistem ini, lanjut Yayuk, digunakan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi warga Surabaya serta mengatur APBD. Sehingga, alur kerja yang ada di tubuh pemerintahan terkontrol.

Tidak hanya itu, Yayuk menegaskan bahwa kesuksesan lain didapat ketika seluruh stakeholder benar-benar bersinergi menjalankan program ini. “Hal ini sesuai dengan cita-cita Wali Kota Risma yang menekankan sejak awal bahwa masyarakat Surabaya harus sejahtera dan menjadi tuan dan nyonya di rumahnya,” terang Yayuk.

Lebih lanjut, anggota DPRD lain menanyakan upaya pemkot Surabaya dalam mengatasi arus  urbanisasi utamanya setelah hari Lebaran. Dikatakan Yayuk, pemkot rutin melakukan yustisi baik untuk warga lokal maupun warga asing.

“Yustisi dilakukan hampir setiap hari untuk menanyakan kepada warga maksud dan tujuan datang ke surabaya, kalau tidak ada pekerjaan langsung kami pulangkan. Perlakuan tersebut juga berlaku bagi orang asing,” tandas perempuan berjilbab ini.

Setelah mendengar penjelasan dari Yayuk dan beberapa perwakilan OPD Pemkot Surabaya, Raino, beserta anggota DPRD Jakarta mengapresiasi terobosan-terbosan yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya dalam mengelola kota. Utamanya, pemaparan terkait sistem e-goverment dan e-budgeting.

“Harus diakui, sudah banyak kota dan kabupaten yang meniru terobosan tersebut. Sungguh luar biasa,” puji Riano di sela-sela sambutannya.

Nantinya, lanjut Riano, hasil dari diskusi ini akan digodok terlebih dahulu kemudian dan kemungkinan besar akan diadopsi DPRD DKI Jakarta.

“Kita harus matangkan terlebih dahulu, kalau sekiranya mantap, apa salahnya untuk tidak kita terapkan terobosan positif semacam ini di Jakarta,” ujar anggota Fraksi Persatuan Pembangunan itu. (wh)

Marketing Analysis 2018