Dispendik Surabaya Terbitkan SE Peredaran Snack Kedaluarsa

Dispendik Surabaya Terbitkan SE Peredaran Snack Kedaluarsa
foto: umar alif/enciety.co

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerbitkan surat edaran (SE) baru kepada para kepala sekolah agar selektif untuk memilih jajanan yang dijual kepada anak didiknya. Hal ini dilakukan karena banyak diketemukan peredaran jajanan dan snack kedaluarsa yang mengandung pengawet di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dispendik Eko Prasetyoningsih kepada wartawan mengatakan dengan diterbitkannya surat edaran ini maka pihak sekolah yang melanggar dapat diberi sanksi tegas.

“Apalagi pihak polisi kemarin berhasil mengungkap peredaran snack yang diduga sudah kadaluarsa. Ini juga untuk kebaikan semua pihak,” tegas Eko Prasetyoningsih, Rabu (11/2/2015).

Di dalam surat edaran ini sendiri tidak hanya perintah untuk sekolah kepada siswanya untuk tidak membeli makanan, jajanan dan snack yang bisa membahayakan ketika dikonsumsi.

Tapi juga pihak Dispendik Surabaya memberikan langkah-langkah kepada sekolah terkait pelarangan kepada siswa agar tidak ada lagi ditemukan makanan, jajanan, atau snack yang bisa dibeli di lingkungan sekolah. Mulai dari nama produk, daftar bahan, berat, nama dan alamat produsen, tanggal, bulan dan tahun kedaluarsa, kode produksi dan nomor izin edar Makanan Dalam Negeri, Makanan Luar Negeri atau Pangan Industri Rumah Tangga. Jika tidak ada, komponen tersebut, maka sekolah harus melarangnya

“Jadi sekolah melalui guru dan ke semua pihak harus mengetahui warung dilikungan mereka menjual makanan atau snack apa saja,” ujarnya.

Ia juga meminta untuk sekolah dasar sebaiknya para kepala sekolah atau gurunya mengimbau agar orang tua wali murid memberikan bekal kepada buah hatinya dan bukan malah menyuruh membeli jajanan yang tidak sehat.

“Atau bisa bekerjasama dengan orang tua murid untuk mengawasi anaknya saat datang, istirahat dan pulang,” tandas dia. (wh)

Marketing Analysis 2018