Dishub Surabaya Minta Denda Parkir Semahal Jakarta

Dishub Surabaya Minta Denda Parkir Semahal Jakarta
Kadishub Surabaya Eddi

Murahnya denda pelanggar parkir yang ditilang membuat para pelanggar semakin semena-mena, dalam sehari saja Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menangkap sedikitnya 40 kendaraan. Ini yang membuat Kepala Dishub Surabaya, Eddi berharap agar denda pelanggar parkir di Surabaya dinaikkan setara dengan denda di Jakarta.

“Kita berharap denda agak tinggi, biar ada efek jera. Sementara ini, denda di surabaya ini kan murah, hanya Rp 70 ribu bahkan maksimal tidak sampai Rp 100 ribu,” bebernya.

Untuk membuat efek jera bagi pelanggar lalu lintas dan pelanggar parkir, Eddi menilai diperlukannya kenaikan jumlah denda. Ini karena Sidoarjo telah menerapkan mekanisme yang sama dan dinilai lebih efektif untuk membuat jera pengendara yang melanggar.

“Saya harap lebih tinggi, kalau bisa sampai Rp 500 ribu biar jera,” tegasnya.

Eddi juga menilai kebijakan yang diterapkan Sidoarjo dan Jakarta sangat tepat. “Saya rasa jakarta itu bagus ya jadi kerasa sanksi itu. Kita harus mencontoh. Untuk itu jumlah dendanya bisa disamakan dengan Jakarta,” imbuhnya.

Eddi juga merinci, Surabaya bisa menerapkan denda tersebut karena sesuai dengan pendapatan warga Surabaya. Denda yang ditawarkannya mulai dari minimal Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, hingga Rp 500 ribu.

“Sementara ini belum kita komunikasikan dengan Wali Kota Surabaya. Tapi kita perlu juga komunikasi dengan Pengadilan Negeri Surabaya. Kita sesuaikan pasal-pasal dengan kota Surabaya. Masa’ denda kita lebih rendah dibanding dengan denda di Sidoarjo,” sesalnya.

Dari catatan Eddi saat ini jumlah pelanggar lalu lintas dan parkir terus saja meningkat. Dalam sehari saja pihaknya bersama Polrestabes Surabaya dan Tanjung Perak Surabaya mengamankan sedikitnya 20 hingga 40 pelanggar.

Dari puluhan pelanggar parkir tersebut, Eddi menguraikan didominasi oleh angkutan umum, taksi, dan kendaraan pribadi jenis mobil dan motor. “Terus kita tindak sesuai dengan pelanggarannya kita tilang. Kita upayakan penindakan dan terus penindakan. Kita juga melakukan sosialisasi melalui sekolah dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas tentang rambu-rambu lalu lintas,” jelasnya. (wh)

 

Marketing Analysis 2018