Direksi KBS Batal Ambil Izin Konservasi

Direksi KBS Batal Ambil Izin Konservasi

 

Izin Lembaga Konservasi (LK) Kebun Binatang Surabaya (KBS) belum bisa sepenuhnya berada dalam genggaman Direksi PD Taman Satwa KBS. Semula, penyerahan izin konservasi tersebut diberikan secara resmi oleh Kementerian Kehutanan, Jumat (14/2/2014) pukul 09.00 di Jakarta. Namun, dampak erupsi gunung Kelud berupa hujan abu vulkanik mengakibatkan 5 bandara di kota-kota besar pulau Jawa ditutup. Tak terkecuali Bandara Internasional Juanda.

“Saya sudah tiba di bandara sejak pukul 04.00. Tapi semua penerbangan dibatalkan. Juanda ditutup,” kata Direktur Utama KBS Ratna Achjuningrum, Jumat (14/2/2014). Rencananya, Ratna akan berupaya mengunjungi Kemenhut untuk menjemput izin konservasi Senin (17/2/2014). “Tapi kita lihat nanti,” imbuhnya.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Fuad Hassan menjelaskan, izin konservasi tersebut sudah ditandatangani Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. “Tinggal diambil saja,” cetusnya. Izin itu terhitung molor, karena sudah dijanjikan oleh Kemenhut di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Januari 2014 silam.

Meski begitu, Fuad mengatakan lamanya proses perizinan disebabkan beberapa syarat administrasi yang sebelumnya belum lengkap.

Wali Kota Tri Rismaharini sendiri menargetkan beberapa penataan manajemen sembari menunggu turunnya izin konservasi bagi KBS. Termasuk menata sumber daya manusia (SDM). “Saya minta supaya urusan manajemen kelar dulu. Pegawai baru nantinya juga diharapkan punya background pendidikan yang sesuai,” jelasnya.

Usai menata manajemen dan kandang, lanjut Risma, pihaknya baru akan membangun berbagai fasilitas penunjang hiburan lainnya. Dimulai dari wahana kehidupan bawah laut (sea world), pembangunan fasilitas arena bermain kelas dunia, dan sebagainya.(wh)