Dari Tas Lukis, Linda Raup Rp 15 Juta Sebulan

Dari Tas Lukis, Linda Raup Rp 15 Juta Sebulan

Maulindah Saputra memamerkan produk tas lukis buatannya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Sukses di usia muda, kenapa tidak? Ini bukan omong kosong belaka. Bukan isapan jempol. Jika kita mau kerja keras, sabar, dan bisa membaca peluang, hal itu pasti bisa diwujudkan.

Setidaknya belajarlah dari Maulindah Saputra. Perempuan 27 tahun yang karib disapa Linda itu, mampu meraup omzet Rp 15 juta sebulan dari jualan tas lukis.

Ibu dua orang anak itu, mengaku senang berbisnis sejak di SMA. Saat itu, ia kerap sering menerima pesanan kue kering. Di antaranya kue nastar dan kue lidah kucing.

“Saya cari tambahan uang saku, jualan kue kering. Yang pesan dari kawan-kawan dan tetangga sekitar rumah. Saya dapat resep kue kering dari ibu,” katanya kepada enciety.co, ditemui di rumah yang jadi bengkel usahanya, Jalan Pucangan 3/59, Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Usai lulus SMA Negeri 22 Surabaya, tahun 2011, Linda bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) salah satu brand ternama. “Lulus sekolah, saya mulai mikir bagaimana caranya dapat uang. Tidak merepotkan keluarga. Saya lalu coba-coba jadi SPG,” terang dia.

Setahun menjadi SPG, Linda kemudian melirik pekerjaan lain. Itu dia lakukan karena ia bakal menikah dengan Saputra, tahun 2012. Linda lantas melamar pekerjaan pada seorang penjahit di salah satu perusahaan konveksi di Jalan Manyar Sambongan Surabaya, dan diterima.

Tiga tahun Linda bekerja di perusahaan konveksi tersebut. Alasannya, dia ingin punya banyak waktu mengurus keluarga. Selain itu, ia ingin hidup mandiri dan tidak terikat waktu kerja.

“Tepat akhir tahun 2015, saya keluar dari perusahaan konveksi itu. Untuk menyambung hidup, saya menerima jasa jahit dan desain tas melalui online,” ungkap Linda.

Banyak pengalaman dan ilmu yang diperoleh. Di sana ia belajar cara mendesain produk, proses produksi, hingga belajar merancang packaging yang menarik untuk produknya.