Dari Sekadar Jualan Sayur ke Menjual Layanan

Seri Syariah Dominant Logic: Dari Sekadar Jualan Sayur ke Menjual Layanan

Fajar Haribowo. foto:avit hidayat/enciety.co

Bukan pemandangan yang aneh saat pagi hari di kompleks-kompleks perumahan dijumpai tukang sayur keliling. Tukang sayur keliling ini sangat membantu kebutuhan belanja harian ibu-ibu dan pembantu rumah tangga.

Mereka mendekatkan segala macam bahan baku yang siap diolah ke rumah tangga konsumen.

Di beberapa perumahan yang dekat pasar tumpah, tukang sayur keliling tidak begitu menarik dan dilirik penghuni kompleks. Para pembantu dan ibu-ibu rumah tangga memilih belanja di pasar tumpah karena sembari berbelanja mereka berolah raga ke luar kluster perumahan masing–masing sekaligus masih ada rasa rindu berjumpa pedagang dan melakukan tawar menawar dengan mereka. Ya, hiruk pikuk pasar tradisional sering membuat orang kangen akan budaya belanja tradisional.

Namun, ada pemandangan yang menarik di salah satu pemukiman (bukan perumahan) di sekitar pasar tradisional di Surabaya. Warga sekitar sudah tidak lagi terlalu berhasrat belanja ke pasar yang dikelola PD Pasar Surya, di sekitar pemukiman mereka.

Beberapa hari ini, saya perhatikan dan merasa aneh dengan teriakan pedagang sayur yang bernama Pak Slamet. Kenapa ada pedagang sayur menawarkan sayuran di dekat rumah salah satu saudara saya yang berjarak tak lebih 75 meter dari pasar tradisional?

Kalau warga sekitar pasar malas masuk pasar utama karena jorok, di seputar pasar utama pun sebenarnya masih banyak tumpahan pedagang. Jualannya pun tidak berbeda dengan yang ada di pasar utama. Jadi, mengapa ada pedagang sayur keliling yang menawarkan  jualannya disekitar pemukiman kami?