Cegah Penyakit Tropis, Satwa KBS Disuntik

Cegah Penyakit Tropis, Satwa KBS Disuntik

Satwa liar asalnya hidup di lingkungan alami. Mereka memiliki perilaku belajar untuk bertahan hidup di lingkungan alam yang kompetitif. Maka pada dasarnya, satwa liar bak pelabuhan parasit yang dapat mematikan, terutama manusia. Untuk itu, satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) perlu mendapatkan suntikan anti parasit secara berkala.

Direktur Operasional PD Taman Satwa KBS, drh Liang Kaspe mengungkapkan, suntik anti helminthic itu diberikan tiap 3 bulan sekali. “Fungsinya sebagai tindakan preventif mencegah parasit. Supaya tidak cacingan,” ujarnya sambil mengawasi beberapa mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Universitas Airlangga yag turut bertugas, Selasa (11/2/2014).

Parasit, lanjut Liang, berkembang biak dengan mudah di negara tropis seperti Indonesia. “Dibandingkan di negara-negara subtropis, jenis parasit yang dapat menjangkiti satwa lebih banyak. Cuaca lembab seperti ini, mudah berkembang biak,” ungkapnya.

Parasit internal seperti cacing ascarid, cacing pita, cacing, dan protozoa dapat menyebabkan penyakit fatal yang melemahkan pada manusia. Sedangkan parasit eksternal seperti kutu dapat menyebabkan penyakit pada hewan.

Apabila tak disuntik, satwa bisa mudah tertular parasit. Parasit pun mudah menular melalui medium feses. Beberapa penyakit yang rawan diidap satwa di daerah tropis antara lain radang paru-paru, diare, dan gangguan pencernaan lainnya.

“Sebaliknya kalau di daerah subtropis seperti Eropa kan, nggak ada satwa yang terkena diare. Soalnya penyebabnya nggak ada. Kalau winter, cacing tidak bisa berkembang biak,” jelas Liang.

Satwa KBS memiliki jadwal disuntik anti helmenthic secara bergantian. Selasa siang (11/2/2014) giliran 4 komodo jantan dan 2 komodo betina di kandang 1. “Besok suntiknya dilanjutkan lagi. Giliran komodo di kandang 2, 3, 4, dan 5,” ujar dr Rahmat singkat.(wh)