CCTV Surabaya Dilengkapi Dua Teknologi Pendeteksi Orang

CCTV Surabaya Dilengkapi Dua Teknologi Pendeteksi Orang

Foto: humas pemkot Surabaya

Ditanya bagaimana cara kerja teknologi sistem tersebut, Agus menuturkan, pada sistem yang pertama cara kerjanya akan mentraining atau mengumpulkan data orang sebanyak mungkin berdasarkan wajah. Kemudian data orang tersebut akan tersimpan dalam database Diskominfo.

“Sementara sistem kedua, sifatnya pemantauan profil, ini untuk kamera yang ndak bisa jarak dekat. Misalnya mendeteksi orang pakai baju ini. Kalau ada model orang yang kayak itu, nanti yang akan dipertajam,” tuturnya.

Agus mengaku, teknologi tersebut cara kerjanya hampir sama dengan sistem CCTV yang diterapkan di Terminal Purabaya. Namun bedanya, kali ini sistem itu dibuat sendiri oleh pihak Diskominfo.

“Kalau ini memang ibu (Wali Kota Risma) yang nyuruh minta untuk bikin sendiri, terus dikembangkan, kan bisa belajar terus. Biar tidak mengandalkan dari produk pihak luar,” ungkapnya.

Bahkan ke depannya, kata dia, jika pengerjaan dua teknologi itu sudah mencapai tahap 100 persen, nantinya Pemkot Surabaya akan mematenkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dua inovasi terbaru itu.

“Kalau sudah jadi, mesti ibu (Wali Kota Risma) akan mengajukan HKI nya,” tutupnya. (wh)

CCTV Surabaya Dilengkapi Dua Teknologi Pendeteksi Orang
Foto: humas pemkot Surabaya