Bukber Keluarga Besar EBC Bertabur Hikmah

Bukber Keluarga Besar EBC Bertabur Hikmah

Acara buka puasa bersama keluarga besar Enciety Business Consult di Jalan Manyar Tirtoyoso Utara V/7, Surabaya, Kamis (16/6/2016). foto-foto: arya wiraraja/enciety.co

Keluarga besar Enciety Business Consult (EBC) menggelar acara buka puasa (bukber), Kamis ((16/6/2016). Kegiatan tersebut digelar di pelataran parkir Kantor EBC di Jalan Manyar Tirtoyoso Utara V/7, Surabaya.

Bukber yang dimulai pukul 16.30 berlangsung sederhana namun hikmat. Seluruh tim kerja dari berbagai divisi duduk di atas tikar mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggaran pada sepuluh hari pertama di bulan Ramadan tersebut.

Acara yang dipandu Dimas Pratama dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan Hary Mega Gancar Prakosa. Pria yang juga peneliti EBC itu, melantunkan dengan syahdu surat Al-Qiyamah (surat ke-75) dan terjemahannya.

Dalam tausiyahnya, Ustad H. Ali Mahsun, S Ag, M.Pd.I menyampaikan hikmah Ramadan. Selain memberikan nilai kesehatan, puasa juga menjadi momen untuk memperbaiki diri.  “Puasa harus mendorong rasa dalam diri manusia untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dan perilaku di dunia,” tegasnya.

Tak hanya itu, sambung dia, puasa harus mendorong perasaan rindu manusia bertemu Allah SWT di akhirat kelak. Dimana ada 100 tingkat kenikmatan yang akan diraih jika kita mampu menjadi insan kamil, manusia yang sempurna.

“Kenikmatian di dunia amat fana. Apapun yang kita miliki akan kita tinggalkan. Di akhiratlah kita akan merasakan kenikmatan yang tiada batasnya,” jelas dosen asal Lamongan tersebut.

Ustad Ali Mahsun  juga mengutip pesan penting dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. Dimana usai perang besar, banyak sahabat Nabi Muhammad sawa yang mengira perjuangan umat Islam telah selesai.

“Namun Rasulullah mengatakan perang terbesar akan dihadapi nanti yaitu perang dengan hawa nafsu atau mengendalikan keinginan duniawi,” kata dosen yang mengajar Pendidikan Agama Islam di UPN Veteran, Universitas Surabaya, Universitas Yos Sudarso, dan SMA Ciputra ini.

Kata Ustad Ali Mahsun, Nabi Adam sudah pernah merasakan kebahagiaan hakiki saat di surga. Hanya karena godaan setan, ia akhirnya terlempar. Ketika itu Nabi Adam menyesali perbuatannya.

Kisah Nabi Adam tersebut, terang dia, dapat ditarik benang merahnya. Dimana manusia bisa sangat dekat dengan Allah, tapi bisa juga menjadi jauh karena melupakanNya.

“Artinya terjadi reposisi. Dari yang dekat menjadi jauh, begitupun sebaliknya. Ketika manusia berbuat salah ia akan menjauh. Lantas saat menyesal dan bertobat ia kembali mendekat kepadaNya,” terang Ustad Ali Mahsun.

Disinilah, sambung dia, rahmat Allah berlaku yang selalu membuka ampunan kepada hambaNya yang mau menginsyafi kesalahan. “Rahmat Allah SWT lebih besar dibandingkan murkanya. Maka, sebesar apapun dosanya bila manusia mau bertobat, taubatan nasiha istilahnya, pasti akan terampuni. Bila manusia merangkak, maka Allah akan datang dengan berjalan. Bila manusia berjalan, Allah lebih cepat lagi menyambut makhluknya yang bertaubat,” kata dia.

Usai ceramah, acara dilanjutkan dengan berbuka bersama dengan menu takjil yang telah disediakan. Usai buka bersama dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah

Direktur Enciety Business Consult Herman Soepardjono menegaskan, kegiatan bukber ini adalah upaya untuk mempererat silaturahim tim kerja EBC. “Tujuannya tentu untuk meningkatkan kinerja membangun kebesamaan sehingga dapat memperbaiki kinerja,” katanya.

Ia menambahkan, sedianya kegiatan serupa akan dilakukan secara periodik. Tempatnya  dari rumah ke rumah tim kerja EBC. “Ada pertemuan rutin semacam majelis taklim. Inshaa Allah, pasca Lebaran kita laksanakan,” tegas pria asli Ngalam itu. (wh)

Marketing Analysis 2018