Bukber EBC pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Bukber EBC pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Teks: Buka bersama keluarga besar EBC yang penuh kebersamaan, Kamis (15/6/2017). Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Untuk saling memperkuat tali silaturahim, keluarga besar Enciety Business Consult (EBC) menggelar buka puasa bersama, Kamis (15/6/2017).

Direktur EBC Herman Soepardjono mengatakan, buka bersama ini merupakan agenda rutin. Kegiatan ini sekaligus menandai setahun diadakannya pengajian keluaga besar EBC.

“Semoga bisa menjadi ladang kebaikan bersama, dan terus menjaga kebersamaan dan persaudaraan. Silaturahmi dengan baik merupakan ikhtiar di antara pekerjaan. Agar dunia dan akhirat tetap terjaga. Bertepatan pengajian dan buka bersama kali ini bertepatan dengan malam 21 Ramadan dan saya harap nanti semua harus lebih banyak beribadah,” tutur Herman.

Buka puasa bersama ini juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan Ustad Ali Mahsun. Dalam ceramahnya, dia mengatakan bahwa dengan berpuasa, seseorang dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bukber EBC pada 10 Hari Terakhir Ramadan

“Di bulan Ramadan ini, Allah memberikan 100 tingkat nikmat saat puasa. 99 nikmat diberikan, tetapi ada 1 yang merupakan puncak yaitu bertemu dengan Allah,” kata Ali Mahsun.

Ia meneruskan, di bulan Ramadan, Allah SWT mengerahkan malaikatnya untuk menjaga mahluknya, terutama manusia agar tetap konsisten. Dengan konsisten berikhtiar dan berdoa agar tidak timbul kekhawatiran dengan kehidupan perekonomian yang sulit.

“Tidak ada yang melata di dunia ini tanpa rezekinya. Semuanya ditanggung sama Allah. Kehidupan serba ujian ini dan orang beriman akan terus bertahan. Inilah bedanya orang beriman yang yakin bila Allah tidak meninggalkannya. Dan ini beda dengan orang yang tidak beriman,” ujarnya.

Rezeki sendiri, kata dia, dijamin tidak akan pernah tertukar. Dan bila belum mendapatkan, itu memang belum waktunya. Manusia diharuskan yakin bahwa Allah tidak salah keputusan dan kebijakannya.

Sejak bayi, Allah telah memberi rezeki 1 pintu yaitu melalui pusar untuk dapat makan dari ibunya di dalam kandungannya. Setelah lahir dan pusarnya dipotong, maka diberi Allah dua rezeki lainnya, yaitu dapat minum dari air susu ibu (ASI).

“Ini berarti satu pintu rezeki ditutup oleh Allah maka akan dibukakan dua pintu rezeki yang lain. Habis masa penyapihan, dua rezeki tertutup, maka akan diganti oleh Allah 4 hingga 8 pintu rezeki lagi. Bila beruntung, maka akan dapat pintu surga dari Allah. Itulah sebaik-baiknya rezeki,” urainya.

Ia meminta kepada keluarga besar EBC untuk tetap istiqomah menjalankan ibadah salat Dhuha. Karena dengan memperbanyak salat Dhuha dan meminta langsung, Insya Allah akan diberi yang banyak.

“Bila selesai Ramadan, maka puasalah Syawal. Jadilah orang yang tidak konsumtif,” tukasnya.

Bukber EBC pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Selesai buka bersama dengan takjil yang disediakan, keluarga besar EBC kemudian melanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah dan diakhiri dengan makan bersama. Berbagai menu disajikan, di antaranya bebek bumbu telur asin, es kacang ijo, kurma, timun emas, dan aneka gorengan. (wh)

Bukber EBC pada 10 Hari Terakhir Ramadan