BPS: Inflasi Jatim Sebesar 0,17 Persen pada Mei 2018

BPS: Inflasi Jatim Sebesar 0,17 Persen pada Mei 2018

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada Mei 2018, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Sumenep yang mencapai 0,30 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Kediri, yaitu sebesar 0,17 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, Selasa (5/6/2018).
Kata dia, pada Mei 2018, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami infasi, dan satu kelompok mengalami deflasi.

“Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,26 persen,” ujarnya.

Dia lalu menjelaskan, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Mei 2018 adalah telur ayam ras, angkutan udara, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi bawang putih, beras dan cabai merah.

BPS juga mencatat, laju inflasi tahun kalender Jawa Timur pada Mei 2018 mencapai 1,18 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017) mencapai 2,74 persen.

“Pada Mei 2018, kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,59 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,29 persen,” terang Teguh. (wh)

Marketing Analysis 2018