BPS: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,51 Persen

BPS: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,51 Persen

Teguh Pramono

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, Perekonomian Jawa Timur Triwulan I-2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 561,55 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 396,47 triliun.

Ekonomi Jawa Timur Triwulan I-2019 terhadap Triwulan I-2018 tumbuh 5,51 persen (y-on-y), meningkat dibanding capaian Triwulan I-2018 sebesar 5,42 persen. “Dari sisi produksi, beberapa lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif,” tegasnya dalam di Kantor BPS Jatim, Jalan Kendangsari Industri Surabaya, Senin (6/5/2019).

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,86 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 7,28 persen, dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,87 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 11,21 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,87 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 4,81 persen.

Ekonomi Jawa Timur Triwulan I-2019 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh 0,13 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi didukung oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 14,81 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 1,83 persen, dan Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang sebesar 1,41 persen.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 4,06 persen, diikuti Ekspor Luar Negeri 3,54 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga sebesar 0,16 persen,” paparnya.

Kata dia, struktur ekonomi Jawa Timur menurut lapangan usaha Triwulan I-2019 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,42 persen. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,25 persen dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 11,78 persen.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, Lapangan Usaha Industri Pengolahan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,18 persen, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,22 persen. Bidang Konstruksi sebesar 0,53 persen serta Informasi dan Komunikasi sebesar 0,37 persen,” ujar dia.(wh)