Bos Alibaba Tak Pernah Membayangkan jadi Orang Terkaya

FILE PHOTO: Jack Ma, chairman and then-chief executive officer of Alibaba Group Holding Ltd., laughs at a news conference in Hong Kong, China, on Tuesday, Nov. 6, 2007. Alibaba, which rode China's emergence as an economic superpower over the last 15 years to become a massive online marketplace for everything from forks to forklifts, filed today for what could become the largest U.S. initial public offering ever. Photographer: Daniel J. Groshong/Bloomberg *** Local Caption *** Jack Ma

Pendiri Alibaba, Jack Ma dikenal sebagai orang terkaya dunia yang punya latar belakang unik. Sebelum sukses dan kaya raya seperti sekarang, Jack Ma sering mengalami kegagalan.

Tak banyak yang tahu bahwa Jack Ma belasan kali ditolak oleh Harvard University tempat di mana ia kuliah. Tak hanya itu, dia juga mengalami nasib yang kurang beruntung di dunia kerja. Dikabarkan dia ditolak 30 perusahaan termasuk KFC, sebelum menjadi konglomerat seperti sekarang.

Banyak yang memuji Jack Ma yang pantang menyerah dan menganggap kegagalan itu adalah hal yang biasa. Dia juga dalam beberapa wawancara menyatakan bahwa dia tidak pernah berpikir memiliki perusahaan seperti Alibaba yang menjadi salah satu website jual beli (e-commerce) terbesar di dunia.

Dilansir dari Asiaone, Kamis (22/9/2016), Jack Ma dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa kesalahan terbesarnya adalah mendirikan Alibaba. Dia hanya berniat membuat sebuah perusahaan yang kecil dan tak ada bayangan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Jack Ma menegaskan untuk menjadi sukses seperti dirinya, maka tentukan target yang kecil dan alami kesalahan yang besar. “Dari pertama saya mulai, saya tidak pernah membayangkan menjadi orang kaya. Itu sebabnya saya mendilusikan saham saya. Tapi saya tidak pernah berpikir bahwa setelah mengurangi kepemilikan saham jadi 8 persen, saya tetap kaya,” katanya.

Mengisi jajaran orang terkaya di dunia menjadi impian banyak orang, terutama para pengusaha muda. Jack Ma juga ditanya mengenai hal itu. “Bertahun-tahun lalu, saya bicara pada istri saya dan pekerja Zhang Ying. Saya tanya, apa kamu berharap suamimu menjadi orang terkaya di dunia? Dia (istri Jack Ma) lalu menjawab, kamu bercanda? saya tidak melihat kamu akan menjadi orang terkaya,” tuturnya. “Lalu saya bertanya lagi, apa kamu berharap saya menjadi orang kaya, sangat kaya, yang dihormati banyak orang? Dia menjawab, tentu saha seseorang yang dihormati. Ini alasannya saya mematok target yang tidak muluk-muluk bagi kehidupan kami,” ujarnya. (lp6)

Marketing Analysis 2018