Bisnis Kacang Kepo Musfira Ungkit Ekonomi Keluarga

Bisnis Kacang Kepo Musfira Ungkit Ekonomi Keluarga

Musfira Bajarad memamerkan produk kacang buatannya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Kesuksesan dapat diperoleh dari kerja keras dan konsisten. Siapa pun orangnya memiliki kesempatan yang sama untuk mencapainya karena Tuhan Maha Adil.

Motivasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu yang menjadi bahan bakar semangat Musfira Bajarad. Perempuan 27 tahun ini  mampu meraup jutaan rupiah dari jualan cemilan yang dilabeli Kacang Kepo.

Musfira yang lahir di Surabaya, Maret 1991, itu berasal dari keluarga kurang mampu. Setelah lulus SMK Wachid Hasyim 1 Sidotopo, Musfira memilih bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.

“Saya sempat menjadi SPG (sales promotion girl) salah satu merek pakaian ternama. Juga pernah bekerja di baber shop di Surabaya. Kurang lebih selama satu tahun,” katanya.

Terakhir, sebelum menjadi pelaku usaha, Musfira sempat bekerja di Travel Olivia Tours di Jalan Tambak Rejo, Surabaya. “Saya kerja di situ selama 2,5 tahun,” cetusnya.

Menjadi seorang pegawai, terang dia, sangat menguras waktu dan tenaga. Selain itu, pendapatannya juga terbilang pas-pasan. “Karena saya anak tunggal, setelah ayah meninggal pada tahun 2012, ibu adalah tanggung jawab saya. Uang yang saya dapat dari hasil kerja hanya cukup buat makan sebulan. Kalau ada sisa baru saya tabung,” terang dia.

Setelah ayahnya meninggal, Musfira memutuskan resign. Dia lantas mencoba peruntungan dengan berjualan kacang. Musfira mengaku sangat suka makan kacang bumbu tradisional. Dagangannya dijual di toko dekat rumahnya.

Musfira mengaku mendapatkan resep membuat kacang dari tantenya yang berbisnis katering. “Saya terinspirasi dengan kacang bumbu basah tradisional yang sering saya beli. Tiba-tiba kepikiran, kenapa tidak saya bikin sendiri yang lebih tahan lama. Setelah coba-coba dan mendapatkan saran dari tante, akhirnya saya berhasil meraciknya,” terang owner Zhavira Food ini.

Berikan komentar disini