Bikin Tas Laptop Sulam Pita sebagai Aksesoris Tambahan

Bikis Tas Laptop Sulam Pita sebagai Aksesoris Tambahan

Pelatihan cluster creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Minggu (26/8/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Makin meningkatnya jumlah pengguna gadget merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Karena itu, cluster creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi menggelar pelatihan membuat tas laptop.

“Ini merupakan aksesoris tambahan yang biasa digunakan pada gadget,” ujar Yayuk Surat, mentor Pahlawan Ekonom, di Kaza City Mall, Minggu (26/8/2018).

Pada dasarnya, sambung Yayuk, tas laptop memiliki dua fungsi. Yakni, sebagai pelindung laptop agar tidak rusak dan aksesoris tambahan agar terlihat bagus.

“Kedua fungsi ini wajib diketahui dan menjadi poin penting bagi kita untuk membuat tas laptop. Intinya, dengan tas laptop kita bisa melindungi sekaligus membuat tampilan laptop lebih menarik,” tegas perempuan berjilbab itu.

Kata Yayuk, untuk membuat produk tersebut butuh PC foam atau busa yang biasa digunakan melapisi laptop agar tahan getaran. Juga spunbond, kain kanvas, dan kawat resleting.

Menurut Yayuk, kain jenis kanvas ini biasa digunakan untuk cover tas laptop. “Namun, jika dirasa harganya terlalu mahal, kita bisa menggantinya dengan jenis kain lain,” kata dia.

Untuk membuat produk tersebut, imbuh Yayuk, langkah pertama merancang dan membuat pola dasar. Setelah itu, gunting bahan sesuai desain yang dibuat.

“Kemudian jahit semua bahan satu lapisan secara detail agar tas laptop yang kita bikin ini terlihat rapi,” tegas Yayuk.

Setelah setengah jadi, hiasi tas laptop dengan menggunakan teknik sulam pita. Yayuk mengaku tidak mematok pola sulam yang digunakan untuk menghias tas laptop tersebut.

Terkait teknik yang digunakan, Yayuk menyebutkan beberapa teknik simpul yang biasa digunakan untuk membuat karya seni sulam pita.

“Pada pelatihan ini, kita sengaja tidak mewajibkan peserta pelatihan. Itu karena kita juga ingin mengecek apakah para mereka masih ingat dengan materi sulam pita yang pernah diajarkan,” pungkas dia.

Lewat cara tersebut, Yayuk sangat ingin mengasah kreativitas pada peserta pelatihan. “Kita ingin peserta berpikir mandiri dan kreatif,” tegas dia.(wh)

Marketing Analysis 2018