Bikin Tas Mode, Fachria Khatib Mampu Gaet Reseller

Bikin Tas Mode, Fachria Khatib Mampu Gaet Reseller

Fachria Khatib memamerkan produk buatannya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Belajar dan berkreasi. Itulah yang dilakukan Fachria Khatib, anggota Pahlawan Ekonomi Surabaya cluster creative industry ini. Perempuan kelahiran tahun 1983 itu, kini mampu menciptakan kreasi-kreasi unik dan marketable.

Sehari-hari, Fachria melakoni tiga tugas sekaligus. Selain sebagai rumah tangga, ia juga bekerja sebagai staf administrasi pajak di perusahaan konstruksi di kawasan Rungkut Surabaya dan membuka usaha bikin tas dan dompet.

Fachria merintis usaha pada tahun 2017. Dia mengaku belajar menjahit secara otodidak dari melihat tutorial di Youtube dan membaca buku.

“Dari kecil saya sangat ingin bisa menjahit. Saya sering lihat tutorial di Youtube, setelah itu saya coba praktikkan sendiri. Memang awal-awal produknya tidak bagus, tapi hal itu menjadi motivasi saya untuk terus mencoba,” ujar Fachria.

Fachria juga semat bergabung bersama salah satu komunitas handicraft, Benang Kain Klub (Benik). “Di komunitas yang ada di Facebook itu saya banyak mengikuti workshop dan seminar yang dapat meningkatkan kemampuan saya,” papar istri dari Muhammad Ardynsjah, itu.

Sejak bergabung dengan komunitas, Fachria banyak mendapatkan teman. Hingga akhirnya pada awal tahun 2018 ia diajak salah satu kawannya bergabung dengan Pahlawan Ekonomi Surabaya, program pemberdayaan masyarakat yang digagas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Saat bergabung dengan Pahlawan Ekonomi saya sempat minder. Karena di sini banyak yang sudah sukses dan bisnisnya maju. Jika dibanding dengan saya yang baru merintis usaha, jelas saya tidak ada apa-apanya,” tutur dia.

Setelah bergabung di Pahlawan Ekonomi, lamat-lamat usaha Fachria  merangkak naik dan membesar. Ketrampilannya juga makin ciamik. Kualitas produk yang dibuat juga naik kelas.

Fachria yang memberi label usahanya MariaHandmade, sekarang mampu menciptakan beberapa produk berkualitas. Salah satunya, tas mode yang dibandrol Rp 100 ribu.

“Jika saya pergi ke mana-mana saya tidak sungkan pakai tas buatan saya. Alhamdulillah, langkah saya itu dapat membuat orang tertarik dengan produk buatan saya. Yang paling berkesan saat ini sudah ada dua orang yang mau menjadi reseller. Mudah-mudahan usaha saya ini bisa makin besar lagi,” kata dia.

Kini, Fachria mampu mengumpulkan omzet Rp 3 jutaan sebulan. Fachria punya target besar dalam hidunpya. Jika usahanya maju dan besar, dia ingin resign dari pekerjaannya.

“Saya ingin fokus mengembangkan usahanya. Dari dulu saya sangat ingin bekerja di rumah. Biar bisa fokus urus suami dan keluarga,” urainya. (wh)