Bikin Tas Bekal dengan Seni Rajut

Bikin Tas Bekal dengan Seni Rajut

Pelatihan handicraft Pejuang Muda yang rutin digelar di Kaza Ciry Mall Surabaya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Sebulan ke depan, anak-anak muda yang tergabung di Pejuang Muda Surabaya diajak membuat produk inovasi dari produk oleh-oleh yang dipinjamkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Harapannya,dengan dapat meniru dan berinovasi produk contoh oleh-oleh tersebut, kami dapat menciptakan produk fashion baru yang diminati oleh pasar,” ujar Yayuk Surat, mentor pelatihan handicraft tas dan dompet Pejuang Muda Surabaya, di Kaza City Mall, Sabtu (7/4/2018).

Pada pertemuan kali ini, terang Yayuk, peserta pelatihan dibekali materi membuat tas bekal yang dihiasi pola rajut. “Tas bekal yang kita buat ini terinspirasi oleh-oleh Ibu Wali (Tri Rismaharini), yaitu tas bekal printing. Namun, tas bekal yang kita buat ini lebih inovatif dengan menambahkan seni rajut atau seni sulam pita sebagai hiasannya,” tutur dia.

Dijelaskan Yayuk, sulam pita yang digunakan untuk menghias tas bekal kali ini berbentuk bunga. Untuk membuatnya butuh beberapa peralatan dan bahan. Di antaranya pita sulam dengan aneka warna mencolok, seperti warna merah untuk kelopak bunganya, hijau untuk membentuk daun, dan coklat atau orange untuk membentuk tangkai bunga.

“Perpaduan warna ini sangat penting dan wajib diperhatikan. Karena jika salah pilih warnamaka hasil sulam kita terlihat norak. Jika sudah begitu, harga produk kita bakal turun,” ungkap dia.

Untuk membuatnya, imbuh perempuan berjilbab ini, langkah pertama adalah membuat pola pada kain. Gunakan pensil untuk membuat atau menggambar pola. Setelah itu, sulam pola dengan menggunakan pita yang dibantu dengan jarum sulam secara perlahan.

“Kita bisa menggunakan teknik sulam lilit untuk membuat kelopak bunga. Untuk membuat tangkai bunganya kita bisa gunakan teknik jelujur,” urai Yayuk.

Yayuk menambahkan, setelah selesai memproduksi hiasan sulam, peserta pelatihan diarahkan untuk menjahit kain tersebut untuk menjadi tas bekal. Kata dia, saat proses menjahit ini butuh ketelitian lebih. Sebab jika salah menjahit, produk tas bekal bakalan kurang sempurna.

“Tantangan saat proses menjahit ini adalah menempatkan hiasan sulam pada tempat yang strategis agar terlihat cantik. Jika salah menjahit atau menempatkan hiasan sulam, produk kita nilai ekonominya bakal turun,” papar dia. (wh)