Bikin Inovasi dari Bekal Data Customer dan Pesaing

Bikin Inovasi dari Bekal Data Customer dan Pesaing

Luhur Budijarso menjadi pembicara dalam acara Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Kamis (27/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Menghubungkan antara data customer dengan pesaing usaha. Itulah yang perlu dilakukan seorang marketer. Dengan menghubungkan kedua data tersebut, marketer bakal mendapat gambaran menempatkan target, produk, dan strategi marketing.

Hal itu ditegaskan Luhur Budijarso, senior consultant Enciety Business Consult, dalam acara Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis (27/9/2018).

Menurut Luhur, pada dasarnya tugas marketer adalah menjebatani atau menyediakan keinginan dari para customer yang tidak didapatkan dari para pesaing usaha. Peluang inilah yang harus diolah menjadi sebuah produk, fitur layanan baru, dan bisa jadi total disruption yang dapat mempengaruhi perubahan tatanan suatu industri.

“Dari beberapa studi kasus yang ada di dalam maupun di luar negeri, berbekal pemahaman data pelanggan dan data pesaing, banyak sekali inovasi dalam dunia marketing yang membuahkan satu produk dan layanan yang mengubah pola permintaan pasar,” tandas Luhur.

Luhur lalu mencontohkan perkembangan teknologi digital yang saat ini menjadi satu-satunya pilihan customer. Di antaranya yang mencolok perkembangan perusahaan AirBnB, operator hotel terbesar di dunia saat ini yang memiliki tingkat okupasi 500 ribu kamar dalam semalam, namun perusahaan itu tidak memiliki satu aset pun hotel.

Model bisnis sperti itu, jelas Luhur, sangat dimungkinkan karena ketajaman melihat peluang dari dua aspek tadi. Perusahaan tersebut dapat memfasilitasi apa yang diinginkan customer yang saat ini ingin membeli sesuatu yang pasti.

“Perusahaan seperti ini dapat memberi kepastian kepada para customer dengan menyediakan value berupa review hotel dan rating kepuasan customer yang telah menyewa hotel,” tegas dia.

Bukan hanya itu saja, Luhur juga menyebutkan perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi Go-Jek yang hadir tepat setelah handphone banyak digunakan masyarakat dan para tukang ojek juga tidak kesulitan mengoperasionalkan aplikasinya.

“Jika inovasi ini dilakukan 10-20 tahun lalu, saya yakin waktunya masih kurang tepat. Namun, saat ini sudah sangat tepat, mengingat kebutuhan masyarakat khususnya memecahkan permasalahan lalu lintas yang makin padat,” pungkas Luhur. (wh)

Marketing Analysis 2018