Bidik Pasar Kelas Menengah Atas, Bikin Pie Red Velvet Fruit

Bidik Pasar Kelas Menengah Atas, Bikin Pie Red Velvet Fruit

Pelatihan membuat pie red velvet fruit Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Minggu (18/3/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pie red velvet fruit kini sangat popular di kalangan anak muda. Dengan rasa manis yang pas yang dicampur rasa seggar buah membuat jajanan ini sanggat disukai, khususnya kalangan menengah atas.

“Ini merupakan menu khas restoran yang memiliki warna dominan merah. Belakangan, warna merah pada jajanan ini menjadi sangat popular. Ini karena warna merah merupakan warna yang menggoda. Tidak ada salahnya kita coba membuatnya,” ujar Chef Muawaluyo Tsamara, mentor pelatihan home industry intermediate Pahlawan Ekonomi, di Kaza City Mall, Minggu (18/3/2018).

Muawal mengatakan, warna merah pie red velvet fruit tersebut sangat ampuh menggugah selera konsumen. Terbukti, sudah banyaknya sejumlah restoran dan hotel ternama di Surabaya yang menyediakan atau menambahkan menu ini.

“Menu ini banyak dipesan untuk dessert atau sebagai jajanan pendamping minum teh atau kopi saat bersantai di sore hari,” cetus staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) ini.

Muawal mengungkapkan, ada beberapa bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk ini. Di antaranya tepung terigu, gula, telur, susu, minyak secukupnya, vanilla, pewarna organik, mentega, dan margarin.

Untuk membuatnya, terang dia, campur dan mixer gula dan minyak sampai tercampur rata. Setelah itu, tambahkan telur dan susu, campur hingga mengembang. “Setelah mengembang, campurkan mentega hingga rata,” katanya.

Selanjutnya pada proses pengovenan, menurut dia, suhu oven yang dibutuhkan diatas 160 derajat celcius. “Hal ini dilakukan agar menu pie yang kita buat matang secara menyeluruh dan bukan hanya sisi bagian luarnya saja,” papar Muawal.

Terkait harga jual, menurut Muawal, produk tersebut dapat dibandrol seharga Rp 7-15 ribu per porsinya. “Dengan harga tersebut minimal kita dapat untung 50-70 persen dari modal produksi yang kita keluarkan,” papar dia. (wh)

Marketing Analysis 2018