BI Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bisa Capai 5,4 Persen

Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (7/12/2018). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun 2019, Bank Indonesia (BI) bakal fokus menjaga stabilitas makro ekonomi nasional. Ada beberapa kebijakan yang telah disiapkan BI untuk mewujudkan hal tersebut. Untuk menjaga likuiditas perbankan, BI akan menaikan suku bunga dua atau tiga kali pada 2019 dan sekali di tahun 2010. Untuk mengimbangi kebijakan tersebut, BI akan meningkatkan kebijakan makroprudensial di bidang properti dan otomotif.

“Namun kita tunggu hasilnya sampai 3-6 bulan. Terlebih saat ini perekonomian kita ini dipengeruhi trade war perekonomian global. Jika hasilnya banyak merugikan, kita akan cepat mengambil langkah. Kami optimis, pada 2019 target pertumbuhan ekonomi nasional 2019 bisa mencapai 5,0 sampai 5,4 persen. Untuk target pertumbuhan perekonomian Jatim 5,4 sampai 5,8 persen,” ujar Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (7/12/2018).

Jawa Timur, sambung Harmantara, dikarunia hasil alam yang melimpah. Hal ini dibuktikan dari beberapa komoditi pertanian dan peternakan yang angkanya surplus di tahun 2018. Namun, dari hasil kekayaan alam tersebut tidak boleh membuat masyarakat berpuas diri. Sudah saatnya Jatim menggali potensi off farm.

“Simplenya begini, jika dulu petani jual gabah, sekarang kita arahkan mereka bisa jual beras. Dengan packaging dan branding yang tepat produk mereka ini bisa naik kelas. Selain itu, terutama lewat packaging yang bagus, beras ini bisa tahan hingga 6 bulan. Jadi hal ini juga banyak membantu para petani,” ujar dia.

Dalam acara yang dipandu Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult itu, Harmanta menegaskan dengan langkah tersebut dan dibantu kemajuan teknologi, harapannya para petani ini bisa menjual produknya di dunia digital.

“Lewat bantuan e-commerce, petani bisa langsung terhubung ke customer. Jadi harapannya tidak ada lagi hambatan-hambatan seperti yang lalu. Ini adalah peluang yang bisa dilakukan di tahun 2019,” kupasnya.

Sesuai potensi bisnisnya, BI telah membagi industri menjadi beberapa kuadran. Di antarnya industri kelapa sawit, logam dan kopi. ”

Yang paling menarik industri kopi. Diramalkan industri ini bisa makin berkembang. Karena di negara-negara barat sekarang mulai mengubah pola hidup, yang dulunya suka minuman beralkohol, sekarang mengonsumsi kopi,” tuturnya. (wh)

Marketing Analysis 2018

Berikan komentar disini