Berusia 15 Tahun, Tiaranisa’i Fadhilla jadi Mahasiswa Termuda di ITS

Berusia 15 Tahun, Tiaranisa'i Fadhilla jadi Mahasiswa Termuda di ITS

Tiaranisa'i Fadhilla, yang berhasil diterima di Departemen Statistika ITS.foto:humas its

Di antara ribuan calon mahasiswa ITS jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang melakukan daftar ulang di Graha Sepuluh Nopember ITS, Selasa (8/5/2018), tercatat salah satunya masih berusia sangat muda sebagai mahasiswa. Dialah Tiaranisa’i Fadhilla, yang berhasil diterima di Departemen Statistika ITS.

Ditemani ibunya, ia mengisahkan perjalanannya dalam menimba ilmu dan cita-citanya. Gadis yang masih berusia 15 tahun 5 bulan itu menjelaskan jika dirinya menjalani program akselerasi semasa duduk di bangku SMPN 4 Kediri dan SMAN 2 Kediri.

“Saya juga tidak menyangka kalau akhirnya bisa menjadi mahasiswa termuda di ITS ini,” tutur gadis kelahiran Kediri, 1 Desember 2002 tersebut.

Saat ditanya terkait pencapaiannya itu, gadis berhijab ini menjelaskan bahwa sejak dulu dirinya memang ingin bisa memasuki bangku perkuliahan di usia yang belia. Baginya, waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan baik. “Sayang kalau hanya malas-malasan,” ujar gadis yang biasa disapa Tiara itu.

Dengan wajah terlihat malu, ia menceritakan perjuangannya hingga dapat memasuki kampus ITS ini. Berawal dari kecintaannya pada pelajaran Matematika dan Statistika saat duduk di bangku SMA, ternyata berhasil membawanya masuk S1 Departemen Statistika ITS. Namun hal tersebut tidak serta merta dilaluinya tanpa hambatan. Terlebih ketika, Enik sukamti, sang ibunda Tiara, menginginkan agar dirinya masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). “Tetapi saat melihat semangat dan keinginan saya untuk masuk Statistika ITS, akhirnya ibu saya menyetujuinya,” tambah gadis berwajah manis itu.

Saat Tiara berhasil masuk Statistika ITS melalui jalur SNMPTN, tidak dapat dipungkiri jika sang ibunda akhirnya bisa dengan bangga melihat capaian anaknya tersebut. “Alhamdulillah keinginannya masuk di Statistika ITS akhirnya bisa terwujud juga,” tutur Enik Sukamti.

Perempuan paruh baya itu menceritakan jika anaknya tersebut tidak ada belajar khusus untuk mencapai keinginanya itu. “Saya tidak terlalu membebani Tiara dengan belajar terus, selebihnya memang dari Tiara sendiri yang giat belajar dan mengikuti berbagai perlombaan bidang statistika saat di SMA,” ungkapnya.

Di akhir, Tiara juga mengungkapkan harapan ke depannya selama di ITS, ia ingin agar bisa belajar banyak hal. Bahkan ia juga berharap nantinya bisa menjadi mahasiswa berprestasi dan mewujudkan cita-citanya sebagai dosen. “Ini adalah impian saya, tidak mungkin saya sia-siakan,” tandasnya. (wh)