Belajar Teknik Menjahit Kebaya Halus

Belajar Teknik Menjahit Kebaya Halus

Pelatihan jahit modes Pejuang Muda di Kaza City Mall, Sabtu (7/5/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Anak muda yang tergabung dalam cluster jahit modes Pejuang Muda Surabaya mengikti pelatihan menjahit kebaya. Pelatihan kali ini merupakan babak akhir dari rentetan pelatihan pekan-pekan sebelumnya.

Nanik Heri, koordinator mentor pelatihan Pejuang Muda Surabaya, menjelaskan jika pelatihan ini hanya menyisakan dua kali pertemuan.

“Pada pertemuan kali ini, kami mengarahkan peserta melakukan persiapan finishing kebaya selama kurang lebih lima kali pertemuan ini,” ucap dia di sela pelatihan yang diadakan di Kaza City Mall, Sabtu (7/5/2018).

Menurut Nanik, ada beberapa hal yang wajib dilakukan sebelum finishing kebaya. Pertama, pihaknya bakal mengevaluasi hasil jahitan yang dilakukan. Kedua, pihaknya bakal mengoreksi beberapa model jahitan yang telah dilakukan peserta pelatihan.

“Evaluasi dan koreksi yang kita lakukan ini tidak lain agar para peserta benar-benar memahami materi yang telah kita tularkan selama beberapa kali pertemuan ini,” tegas dia.

Selanjutnya, imbuh owner Kriya Daun itu, akan dilakukan penilaian. Menurut dia, penilaian ini dilakukan bukan untuk menjatuhkan mental.

“Penilaian ini kami lakukan agar mereka dapat terus maju. Dengan metode penilaian ini, kami ingin mengukur kemampuan mereka dalam menjahit,” ujar dia.

Nanik menambahkan, ada beberapa kriteria penilaian yang bakal diberikan. Untuk mendapat nilai A+ atau nilai A, pihaknya telah mematok beberapa kriteria. Pertama, jahitan harus halus. Kedua, serat kain yang telah dijahit harus rapi. Ketiga, potongan bahan juga wajib rapi dan selaras dengan jahitan.

Untuk poin B+, B, dan B-, kata Nanik, jahitan harus standar. Rata-rata, jahitan yang dapat nilai B ini yang memiliki tampilan terbilang bagus, tetapi masih belum sempurna atau kurang halus.

“Mereka yang dapat nilai B yang sudah dapat menerima pesanan. Namun, agar nilai produk pesanannya meningkat, mereka wajib meningkatkan kualitas skill-nya menjadi A,” ucap dia lagi.

Sedangkan para peserta yang mendapatkan nilai C, kata Nanik, mereka wajib terus meningkatkan kualitas jahitannya. Kata Nanik, nilai C ini adalah nilai pas-pasan. Rata-rata mereka yang mendapatkan nilai C yang bisa menjahit, namun kualitasnya masih di bawah standar.

“Bagi para peserta yang dapat nilai C, kiranya mereka harus dapat mengejar ketertinggalan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya terus berkonsultasi dengan para mentor di luar jam pelatihan,” tegas dia. (wh)