Belajar E-Government, Sehari Ratusan Orang Studi Banding di Surabaya

Belajar E-Government, Sehari Ratusan Orang Studi Banding di Surabaya
Keberhasilan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mewujudkan electronic government di Kota Pahlawan mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai daerah dan dunia internasional.

Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menerapkan Electronic Government (E-Government) mendapatkan apresiasi dari berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali dunia internasional. Tidak heran, dalam sehari saja Pemkot Surabaya harus melayani ratusan studi banding dari sejumlah daerah untuk belajar tentang kemajuan teknologi yang diterapkan Pemkot Surabaya.

Kepada enciety.co, Kepala Dinas Kominikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Surabaya, Antiek Sugiarti mengakui bahwa apresiasi berbagai daerah di Indonesia terhadap kemajuan teknologi yang diterapkan Surabaya sangat luar biasa. Khususnya terkait kebijakan pelayanan publik dan E-Government, banyak daerah yang rela datang jauh-jauh untuk bisa mengetahui kemajuan yang dilakukan Surabaya selama ini.

“Sehari tadi saja itu ada empat kunjungan yang berada di Dinas Kominfo. Belum lagi yang di dinas-dinas lainnya di SKPD Surabaya. Saya belum tahu angkanya tapi animonya sangat banya, terutama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia,” terangnya saat dihubungi via ponselnya, Rabu (23/2/2015).

Menurut Antiek, banyak instansi pemerintahan baik itu dari daerah maupun pusat berkunjung ke Surabaya untuk mengetahui lebih banyak tentang apa itu E-Government, Surabaya Single Window (SSW), maupun penerapan pelayanan publik satu pintu lainnya. Bahkan diakuinya pada tahun lalu, pemerintah DKI Jakarta era kepemimpinan Joko Widodo mengirimkan jajarannya untuk belajar tentang E-Government di Pemkot Surabaya.

“Mereka belajar di sini selama satu tahun di era kepemimpinan pak Jokowi. Sekarang tidak lagi, mungkin sudah diterapkan. Dan kami merasa senang apa yang dilakukan Surabaya menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia,” terangnya.

Selain instansi pemerintahan, para akademisi pun turut andil. Dalam sehari saja, rata-rata ada sekitar 200 mahasiswa dari berbagai daerah melakukan studi banding di Surabaya. “Mereka belajar banyak hal di sini, dan kami langsung mengarahkan mereka ke jajaran SKPD terkait,” imbuhnya.

Rata-rata dalam sehari Antiek memprediksikan ada ratusan orang yang berkunjung ke Surabaya. Biasanya setiap instansi daerah mengirimkan sedikitnya 20 hingga 40 orang, begitu pun dengan mahasiswa dari berbagai universitas yang juga mengirimkan rombongan hingga ratusan mahasiswa per harinya.

“Kami menerima semua yang ingin belajar ke Surabaya. Mereka yang datang ke Surabaya juga kami ajak keliling untuk melihat berbagai destinasi wisata di Surabaya, baik itu wisata alam, maupun wisata kuliner seperti di Sentra UKM Merr Surabaya,” tambahnya. (wh)