Batik Ikat Celup Cak Yoko Diborong Wawali Liverpool

Batik Ikat Celup Cak Yoko Diborong Wawali Liverpool

Suyoko, pemilik Batik Ikat Celup Cak Yoko.foto:arya wiraraja/enciety.co

Banyak kejutan di balik sukses event Awarding Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya yang dikemas dalam acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial, Minggu (18/11/2018). Salah satunya dialami Suyoko. Ini setelah produk batik tie dye miliknya diborong Wakil Wali Kota Liverpool Gary Millar.

Suyoko adalah pelaku usaha kreatif Pahlawan Ekonomi asal Kecamatan Karangpilang. Produknya dilabeli Batik Ikat Celup Cak Yoko. Dia sudah memasarkan batiknya via online dan offline.

“Saya sangat terkejut ketika Garry Millar memanggil saya di acara Meet & Greet di Koridor Siola. Acaranya pas setelah pembukaan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan. Dia memuji karya saya. Pemilihan warna dan bahan baju sangat cocok dengan selera orang-orang di Liverpool. Dia beli 20 potong batik yang harganya Rp 150 ribu. Katanya mau dijadikan contoh di kotanya,” tutur Yoko, Selasa (20/11/2018).

Ketika itu, Suyoko tidak membawa banyak stok produk. Dia lantas mengambil beberapa potong baju yang dititipkan di Sentra UKM Siola untuk mencukupi permintaan wakil wali kota Liverpool tersebut.

“Saya hanya bawa 14 potong di stan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan. Sisanya saya ambil dari stok saya di Sentra UKM Siola. Kok ya Alhamdulillah masih ada sisanya,” ungkap dia, lantas tersenyum.

Batik Ikat Celup Cak Yoko Diborong Wawali Liverpool
Gary Millar di Koridor Co-Working Space Siola.foto:arya wiraraja/enciety.co

Suyoko mencatat beberapa poin penting yang disampaikan wakil wali kota Liverpool. Di antaranya warna. Menurut Gary Millar, warga Liverpool sangat menyukai warna cerah seperti warna kuning dan biru muda. Untuk bahan, yang paling disukai kain chiffon. Karena dapat menyerap keringat dan ringan saat dipakai.

“Untuk model yang lagi tren di sana baju yang longer. Tidak ketat. Hal ini disebabkan cuaca di sana hampir sama dengan Surabaya. Panas. Kecuali musim dingin,” ulas Yoko lantas tersenyum.

Dalam acara Meet & Greet tersebut, Gary Millar mengatakan jika batik tie dye bakal jadi tren mode dunia. Banyak desainer ternama di Inggris sedang mengembangkan rancangan batik tersebut.

Pada kesempatan itu, Gary Millar juga menyoroti produk kuliner. Salah satunya kopi jelly, produksi De’nil Pudding. Kata dia, di Inggris ada satu produk sangat mirip dengan produk kopi jelly ini. Namanya bubble tea. Sebelum terkenal, produk tersebut juga buatan pelaku usaha kecil. Setelah banyak orang yang mengakui kenikmatannya, produk ini sekarang di-franchise-kan. Ini bisa jadi gambaran pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dalam mengembangkan usaha.

Tidak hanya itu saja. Millar juga menjelaskan kendala yang dihadapi pelaku usaha yang ingin ekspor. Seperti produk-produk pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang dijual di Galeri UKM Liverpool. Untuk produk handicraft, dia berpesan agar barang yang dikirim benar-benar berkualitas.

Karena dijual di luar negeri, sebut dia, harganya juga mengalami kenaikan. Ini terkait penambahan ongkos kirim. Kalau mau lebih menekan ongkos kirim tentunya dengan pengiriman dalam jumlah besar.  Pun dengan produk kuliner, Millar berpesan harus dipastikan kualitas dan tanggal layak konsumsinya. (wh)

Marketing Analysis 2018