Batalkan Acara di Jakarta, Risma Ngajar di Santa Maria

Risma Lecut Semangat Ratusan Pelajar di Santa Maria
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disambut ratusan pelajar di Sekolah Santa Maria, Selasa (4/11/2014).

Bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, memperingati Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah gugur di medan perang. Justru sebaliknya, Risma memilih melecut semangat ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya agar tidak mengeluh dan menyerah dalam menghadapi situasi sesulit apapun.

Kepada ratusan pelajar di Surabaya yang hadir dalam acara Sekolah Kebangsaan di Santa Maria Surabaya, Risma menegaskan bahwa ke depan bentuk penjajahan yang dihadapi bukan lagi perang. Bentuk penjajahan yang nyata adalah dibukanya perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 mendatang.

“Warisi semangat pejuang. Arek Surabaya tidak boleh gampang menyerah. Jangan buat para pahlawan menyesal dan menangis di makamnya karena anak-cucunya kalah. Ingat, kemerdekaan negara ini bukan karena diberi, tetapi karena perjuangan yang memakan banyak korban. Kalau kalian menyia-nyiakan berarti kita tidak tau berterima kasih kepada pahlawan,” ingat Risma, Selasa (4/11/2014).

Risma menegaskan, meski Indonesia tidak lagi dijajah tetapi penjajahan model baru yang lebih menantang dibanding penjajahan zaman dulu, telah berada di depan mata. Penjajahan model baru itu berwujud di bidang ekonomi melalui ketergantungan terhadap produk-produk luar negeri seperti hand phone (HP).

“Sekarang hampir semua punya HP. Kalau kalian tergantung pada HP, itu sudah bagian dari kita terjajah. Apakah ada produk HP buatan Indonesia? tidak ada kan,” tegas ibu dua anak itu.

Dalam kesempatan itu, Risma juga menyinggung tentang pentingnya menyiapkan diri menyambut datangnya era MEA pada 2015. “Kalau tidak bisa survive kita hanya akan jadi penonton. Kita tidak bisa menang kalau kita enak-enakan. Kota dan negara ini butuh kalian. Karena itu, kalian harus sukses dan mampu bersaing dengan anak-anak dari negara maju,” pesannya.

Selama ini, Risma memang perhatian dengan anak-anak. Karena itu, Kehadiran Risma di Sekolah Kebangsaan menunjukkan betapa wali kota menempatkan anak-anak sebagai salah satu konsentrasinya. Padahal, di saat bersamaan, Risma harusnya menghadiri acara Roundtable Meeting pada International Business Strategy and Development Visit Program oleh UK Trade Investment di Jakarta.

“Saya harus memenuhi janji bertemu anak-anak ini. Mereka ini butuh panutan, mereka ini butuh contoh,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik, mengelorakan semangat kepada ratusan murid yang hadir. Diawali dengan teriakan pekik merdeka yang menggelegar, Hartoyik lantas mengisahkan kembali perjuangan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Menurutnya, di Jawa Timur ada sekitar 12 tokoh yang terlibat dalam upaya mempertahankan kemerdekaan, dengan peran berbeda-beda. “Banyak dari para pahlawan yang hanya tinggal tulang-belulang. Tetapi, ada banyak calon pahlawan di hadapan saya. Saya sangat yakin dengan anak-anakku semua karena Surabaya punya sejarah yang paling hebat dalam pertempuran 45,” terang dia. (wh)

 

Marketing Analysis 2018