Baru Satu Persen WP Jatim Ikut Amnesti Pajak

Baru Satu Persen WP Jatim Ikut Amnesti Pajak

Kepala Direktorat Jenderal Pajak (DJP) I Jatim Estu Budiarto memberikan keterangan pers, Rabu (21/12/2016).

Jumlah wajib pajak (WP) di wilayah Jatim saat ini mencapai angka 610 ribu orang. Akan tetapi, dari jumlah tersebut, baru sekitar satu persen atau sekitar 15 ribu WP yang telah menjadi peserta amnesti pajak sejak periode pertama hingga kedua atau Januari hingga Desember 2016. Hal itu disampaikan oleh Kepala Direktorat Jenderal Pajak (DJP) I Jatim Estu Budiarto, saat dikonfirmasi Rabu (21/12/2016).

“Jumlah WP yang ikut program tax amnesti pada periode kedua ini masih sekitar satu persen, bahkan kenyataannya masih di bawah itu,” papar dia.

Estu menjelaskan, minimnya WP yang belum ikut amnesti pajak ini disebabkan masih banyak yang belum mengetahui atau memahami betul cara mendaftarkan diri. Sebab, kebanyakan dari mereka adalah para pelaku UKM.

“Karena itu kami akan menggenjot WP di periode ketiga amnesti pajak pada 2017 nanti. Kami juga akan menyasar pelaku usaha yang memiliki omzet Rp4,8 miliar, serta WP yang belum mendaftar amnesti pajak,” katanya.

Sementara terkait dana repatriasi atau tebusan yang masuk di DJP Jatim I hingga 20 Desember 2016 mencapai Rp 8,3 triliun. Jumlah tersebut membuat DJP Jatim I berkontribusi hingga 80 persen dari total penerimaan dana tebusan di Jatim yang mencapai Rp 11 triliun.

Estu menambahkan, penerimaan itu berasal dari dana deklarasi harta luar negeri mencapai Rp86,93 triliun. Sedangkan dana deklarasi dalam negeri Rp 235,87 triliun. Sementara itu jumlah surat pernyataan yang diterima mencapai 36.552.

Dia memprediksi pada penghujung periode kedua animo WP untuk mengikuti amnesti pajak akan meningkat pada akhir 2016 ini.

Ini berdasarkan pengalaman pada periode pertama, di mana animo WP membeludak pada akhir-akhir penutupan amnesti pajak periode pertama yang mencapai hampir 500 orang per hari. Sedangkan pada periode kedua ini hanya sekitar 5 hingga 10 orang per hari.

“Pada pekan ketiga dan keempat Desember 2016 ini kami akan membuka layanan selama 24 jam, seperti pada periode pertama bulan lalu,” tandas dia. (wh)

Marketing Analysis 2018