Bantu Atasi Kemacetan, Dosen ITS Rancang Smart Vehicle Counter System

Bantu Atasi Kemacetan, Dosen ITS Rancang Smart Vehicle Counter System

Ahmad Zaini ST MSc

Tim peneliti dari Departemen Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan sebuah inovasi yang diberi nama ITS Smart Vehicle Counter System (ISVeCS). Dengan memanfaatkan aliran frame video dari kamera IP, perangkat ini mampu menghitung jumlah kendaraan secara digital sebagai bentuk pengaturan lalu lintas yang lebih efektif dan efisien.

Setiap tahunnya, pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia meningkat dengan pesat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, pada tahun 2011 total kendaraan bermotor sebanyak 85 juta. Sedangkan pada tahun 2016, total kendaraan bermotor yang tercatat mencapai 129 juta. Dari data tersebut, pertumbuhan total kendaraan bermotor di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun mencapai 43 juta.

Hal tersebut tentu menimbulkan banyak permasalahan dalam negeri. Salah satunya adalah kemacetan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti dari ITS tersebut mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk memantau tingkat kepadatan lalu lintas di persimpangan jalan. Dengan mengusung ISVeCS, harapannya teknologi ini dapat membantu dalam mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan jalan.

Bantu Atasi Kemacetan, Dosen ITS Rancang Smart Vehicle Counter System

China dan Jepang pun sudah turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi semacam ini,. “Namun, karena habitual berlalu lintas di Indonesia berbeda dengan negara lainnya, maka diperlukan pengembangan teknologi vehicle counter yang sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia,” tutur Ahmad Zaini ST MSc, salah satu tim peneliti ISVeCS.

Untuk melakukan tugasnya, jelas pria yang biasa disapa Zaini ini, ISVeCS mengandalkan kamera-kamera yang terpasang pada persimpangan jalan. Terdapat panel box yang berfungsi untuk menghubungkan kamera di setiap jalur agar data jumlah kendaraan yang terhitung dapat diolah dan dikirim ke pusat kontrol. Pusat kontrol akan mengkonversikan data yang diterima sebagai durasi pergantian lampu lalu lintas.