Bangun Jaringan Gas Bumi, Masyarakat Surabaya Hemat 50 Persen

Bangun Jaringan Gas Bumi, Masyarakat Surabaya Hemat 50 Persen

(dari kiri) Eri Cahyadi PLT Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dan Kresnayana Yahya Chairperson Enciety Busines Consult dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016) siang. Foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk meningkatkan tingkat perekonomian warganya, Kota Surabaya terus menggejot pembangunan di berbagai sektor. Salah satunya, Surabaya bakal membangun sistem jaringan gas bumi ke seluruh penjuru Kota Surabaya.

“Ini harus kita lakukan karena Surabaya saat ini bakal menjadi kota metropolitan,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016).

Menurut dia, dengan menggunakan jaringan gas bumi, masyarakat dapat menghemat anggaran 30- 50 persen saban bulannya.

“Dengan penghematan anggaran sebesar itu, masyarakat bisa menggunakannya untuk keperluan yang lain. Misalnya untuk modal usaha dan lain sebagainya,” tutur peraih Ideal Mother Award 2016 ini.

Risma sempat mencontohkan industri kecil seperti Kampung Lontong di Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan. Setelah menggunakan jaringan gas, saat ini mereka dapat menghemat pemakaian gas hingga 50 persen. Dengan kata lain, mereka mampu hemat pengeluaran produksi sekitar Rp 2-3 juta per bulannya.

“Dengan saving money yang mereka dapatkan saban bulannya itu, saat ini mereka telah mampu meningkatkan taraf hidup mereka,” tandas dia.

Hingga saat ini, di Surabaya ada sekitar 15.900 sambungan gas bumi rumah yang terdiri dari 2.900 sambungan rumah tangga. (wh)