Bagi Tips Sukses, 2 Pelaku Usaha PE Tampil Memukau di Seminar HPN

Bagi Tips Sukses, 2 Pelaku Usaha PE Tampil Memukau Seminar HPN

Choirul Mahpuduah (owner Pawon Kue) dan Diah Arfianti (owner Diah Cookies) dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Dua pelaku usaha Pahlawan Ekonomi (PE), Choirul Mahpuduah (owner Pawon Kue) dan Diah Arfianti (owner Diah Cookies), berbagi tips sukses. Hal itu dilakukan dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) dengan tema Pengembangan UMKM Dan Workshop Menembus Pasar Digital yang dilakukan di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2019 itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Gubernur Jatim Soekarwo, Gati Wibawaningsih (Dirjen IKM Kemenperin), Samuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aptika Kominfo), Suprajarto (Dirut BRI), Mas Purnomo Hadi (Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jatim), dan Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI). .

Choirul Mahpuduah atau karib disapa Irul, mengaku punya ide mendirikan Kampung Kue lantaran prihatin dengan kondisi kawan-kawannya. “Di tempat saya dulu, mayoritas buruh pabrik, termasuk saya. Kemudian karena kena PHK besar-besaran, mereka nganggur. Penghasilan gak ada. Sudah begitu terjerat utang rentenir,” ungkapnya.

Irul berpikir bagaimana cara mendapat penghasilan. Karenanya ia mengajak warga kampungnya jualan kue basah. Dari kecil kemudian membesar. Sekarang sudah 67 orang punya usaha sendiri.

“Mereka kini bisa mendapatkan penghasilan yang bermartabat. Sekecil apa pun usaha, tapi mereka sudah menjadi bos,” ucapnya, lalu disambut tepuk tangan peserta seminar.

Di era digital, Irul juga mengajak anggota Kampung Kue melek teknologi. Dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Kampung Kue kini lebih dikenal. Bukan hanya di Surabaya, tapi juga daerah lain di Indonesia.

“Saya banyak mendampingi tamu yang berkunjung ke Kampung Kue. Mereka tahu dari medsos. Posting onde-onde saja sekarang sudah dilihat puluhan ribu orang,” ungkapnya.

Lantaran tak ingin mengganggu pasar kue basah, Irul bikin almond crispy. Proses uji cobanya setahun. Produk andalan dia itu sudah dijual di ritel modern dan sentra kuliner. Terakhir, menjadi salah satu produk yang di dijual di dalam pesawat Citilink.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya dan Pahlawan Ekonomi. Banyak fasilitas dan kemudahan usaha yang diberikan. Alhamdulillah, tahun 2018, saya bisa jual 16 ribu kotak almond crispy. Satu kotak saya jual Rp 25 ribu,” tegas Irul.

Bagi Tips Sukses, 2 Pelaku Usaha PE Tampil Memukau Seminar HPN

Lain halnya dengan Diah Arfianti. Dia mengaku sebelumnya tak kenal medsos. “Saya awalnya gaptek. Ketika awal-awal jualan kue kering, saya gak tahu apa itu posting. Teman saya yang membuatkan. Saya diajari sampai bisa,” ujar dia, lalu tersenyum. 

Tahun 2011, Diah mulai serius jualan online. Dia berusaha konsisten memposting produk. Minimal sehari tiga kali. Untuk konten di halaman bisnis, dia bisa menggunakan hard selling. Sementara di akun pribadi dia lebih menggunakan soft selling.

“Yang di akun pribadi kan bisanya orang ingin santai. Makanya, di situ saya biasa cerita, guyon, sampai menawarkan dagangan,” katanya.

Diah lalu memberi tips membuat konten di medsos. Pertama, konsisten posting. Kedua, mengenali kelebihan produk. Ketiga, mampu berinteraksi dengan baik.

Diah juga menjelaskan, banyak tantangan yang dihadapi pelaku berjualan online. Di antaranya cibiran dan hinaan. “Mau tidak mau ya harus dihadapi. Kuncinya, sejelek apa pun cibiran, respons kita harus berpikir positif. Karena jika berpikir negatif, maka bakal kembali lagi ke diri dan usaha kita sendiri,” tegas Diah yang kini mampu menjual 19 ribu stoples kue kering dalam setahun. (*)  

Marketing Analysis 2018